Anies: Unjuk Rasa Boleh, Tetapi Patuhi Protokol Kesehatan

Anies: Unjuk Rasa Boleh, Tetapi Patuhi Protokol Kesehatan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020. (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Yustinus Paat / YUD Rabu, 1 Juli 2020 | 19:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membolehkan unjuk rasa atau demonstrasi selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi. Namun, Anies mengingatkan agar massa yang mengikuti unjuk rasa harus mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan.

"Untuk kegiatan unjuk rasa dan lain-lain, ini harus dipastikan bahwa harus mengikuti soal protokol jaga jarak karena risikonya besar," ujar Anies saat konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Menurut Anies, unjuk rasa menjadi tempat orang berkumpul dan berkerumun. Hal tersebut, kata dia, berpotensi menjadi tempat menularnya Covid-19 sama seperti di pasar yang menjadi tempat interaksi antara orang.

"Kenapa pasar diawasi karena itu letak interaksi. Jangan sampai kegiatan sifatnya mau menyampaikan aspirasi tapi ada risiko kesehatan," tandas Anies.

Karena itu, Anies akan melakukan koordinasi dengan pihak keamanan agar unjuk rasa dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. "Nanti akan kita koordinasikan (dengan pihak keamanan) lebih jauh agar bisa terjamin," pungkas Anies.



Sumber: BeritaSatu.com