Rapid Test Massal di Pamulang, 9 Orang Tunjukkan Hasil Reaktif

Rapid Test Massal di Pamulang, 9 Orang Tunjukkan Hasil Reaktif
Pelaksanaan Rapid Test massal di halaman Kecamatan Pamulang, Kecamatan Tangerang Selatan pada Kamis, 2 Juli 2020. (Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikri)
Chairul Fikri / CAH Kamis, 2 Juli 2020 | 17:30 WIB

Tangerang Selatan, Beritasatu.com - Sebanyak 9 peserta rapid test massal yang diselenggarakan di halaman Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (2/7/2020) oleh Badan Intelijen Nasional (BIN) dinyatakan reaktif hasil testnya. Hal itu membuat ke-9 warga tersebut langsung diarahkan untuk menjalani swab test.

Ketua Pelaksana Harian Sub Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Brigjen TNI Irwan Mulyana mengatakan sambil menunggu hasilnya kesembilan warga itu diarahkan melakukan isolasi mandiri.

"Penunjukan lokasi di Kecamatan Pamulang merupakan koordinasi antara BIN, Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19, dan Pemkot Tangerang Selatan karena masuk dalam zona rawan penyebaran Covid-19. Untuk di Tangsel sendiri kita sudah melaksanakan tiga kali. Penunjukan lokasi ini berdasarkan permintaan dari Walikota karena termasuk zona rawan penyebaran Covid-19," ujar Brigjen Irwan.usai melakukan pantauan pelaksanaan rapid test di Tangerang Selatan, Kamis (2/7/2020).

Sementara itu, Dinas Kesehatan Tangerang Selatan yang diwakili Plt Kepala Dinas Kesehatan Tangsel Deden Deni mengapresiasi kegiatan rapid test ini. Menurutnya, Pamulang memang menjadi kawasan zona merah penyebaran Covid-19.

"Alhamdulillah kita hari ini mendapat bantuan rapid test dan PCR test. Karena Pamulang ini masuk dalam zona merah. Ke depan kita akan terus melakukan rapid test semacam ini dengan menggandeng intansi dan lembaga lainnya di wilayah Tangerang Selatan agar Tangerang Selatan bisa kurang jumlah pasien positifnya," tandasnya.

Dalam rapid test massal tersebut, BIN mengerahkan 40 tenaga medis profesional dari Medical Of Intelligence. BIN juga menyediakan 2 unit mobile laboratorium untuk memfasilitasi warga yang menunjukan hasil reaktif usai mengikuti rapid test. Target dari rapid test ini adalah 1.000 orang.



Sumber: BeritaSatu.com