Pra AKB, Pemkot Bogor Berlakukan Surat Perjanjian Bersama

Pra AKB, Pemkot Bogor Berlakukan Surat Perjanjian Bersama
Rapid test kepada penumpang KRL Jakarta-Bogor Rapid Test di Stasiun Besar Bogor, Jumat 26 Juni 2020. (Foto: dok)
Vento Saudale / HS Jumat, 3 Juli 2020 | 08:33 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemkot Bogor memberlakukan surat pernyataan bersama kepada sektor-sektor yang dikecualikan dan mulai beroperasi selama masa pra adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang dimulai Jumat (3/7).

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, surat pernyataan tersebut berisi perjanjian bersama terkait konsekuensi yang harus diterima jika terjadi insiden penambahan kasus di lokasi tempat usaha atau fasilitas kesehatan.

Dedie yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 mengatakan, surat pernyataan bersama tersebut menjadi pegangan bersama kedua belah pihak. Adapun penambahan sektor yakni usaha wisata, ruangan pertemuan, dan hotel. Bila sektor yang sudah diizinkan beroperasi kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan dan menjadi klaster baru kasus Covid-19, maka pengelola tersebut bersedia menutup sementara tempat usaha.

“Ini berlaku di pusat perdagangan, tempat wisata, dan hotel. Kita akan dorong untuk membuat surat pernyataan bersama agar komitmen terkait protokol Covid-19 yang sudah ditentukan, untuk kemudian dipastikan pelaksanaanya agar bisa konsisten. Apabila di kemudian hari dari hasil monitoring ada kelemahan, dan simpul terjadinya risiko baru, maka bisa ditutup sementara,” ujar Dedie, Kamis.

Dedie, mengatakan, surat pernyataan bersama juga berlaku pada fasilitas kesehatan. Kesepakatan itu dilakukan mengingat dalam dua pekan terakhir, penambahan kasus Covid-19 justru terjadi di fasilitas kesehatan.

Bahkan, karena penambahan kasus tersebut, Tim GTPP Jawa Barat turun langsung untuk melakukan peninjauan ulang terhadap kesiapan sarana dan prasarana serta standar operasional prosedur pelayanan pasien Covid-19.

Pemkot Bogor mulai menerapkan fase Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (Pra-AKB) per 3 Juli 2020 hingga satu bulan ke depan.
Dalam keterangan resminya di Balai Kota Bogor, Kamis (2/7), Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyampaikan keputusan penerapan fase Pra-AKB dengan mengizinkan beroperasinya sejumlah sektor di Kota Bogor.

Mengutip keterangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, angka reproduksi efektif (Rt) atau angka penyebaran Covid-19 di Kota Bogor merupakan paling rendah dibanding daerah lain di Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek). Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut angka Rt Kota Bogor 0,33 sedangkan angka tertinggi Depok 1,17.



Sumber: BeritaSatu.com