Pemprov DKI: Lokasi Reklamasi Ancol Tak Bersinggungan dengan Kepentingan Nelayan

Pemprov DKI: Lokasi Reklamasi Ancol Tak Bersinggungan dengan Kepentingan Nelayan
Sejumlah fasilitas wisata yg ditutup di kawasan Pantai Timur Ancol di Jakarta Utara, Senin, 25 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / Hotman Siregar / BW Jumat, 3 Juli 2020 | 16:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemprov DKI Jakarta memastikan lokasi reklamasi atau perluasan kawasan rekreasi Dufan dan Taman Impian Jaya Ancol Timur seluas 155 hektare tidak bersentuhan dengan kepentingan nelayan. Reklamasi bakal tidak mengganggu aktivitas nelayan.

"Perluasan lokasi Ancol dipilih karena dinilai sebagai lokasi yang tidak bersinggungan dengan kepentingan nelayan," ujar Sekda DKI Jakarta Saefullah saat konferensi pers yang disiarkan melalui Youtube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Saefullah tidak menjelaskan lebih lanjut maksud tidak bersinggungan dengan kepentingan nelayan. Namun, dia hanya memastikan bahwa reklamasi Ancol akan mengutamakan kepentingan publik dan dilakukan secara transparan.

Selain itu, kata Saefullah, reklamasi Ancol bisa membantu masyarakat tidak terkena banjir. Pasalnya, kawasan reklamasi tersebut menjadi lokasi untuk menampung hasil pengerukan lima waduk dan 13 sungai.

"Perluasan kawasan Ancol sebagai lokasi yang menampung hasil pengerukan sungai, juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang tiap tahunnya terdampak banjir. Hal itu karena turut membantu wilayah mereka agar tidak kembali terkena banjir pada saat musim hujan," jelas Saefullah.

Lebih lanjut Saefullah mengatakan, hasil pengerukan proyek pengembangan moda raya terpadu (MRT) yang akan sampai ke Ancol, juga akan dibawa ke Ancol Timur. Hasil pengerukan tersebut, kata dia, sudah ada dibawa ke Ancol Timur dan hasil pengerukan yang akan datang juga akan dibawa ke sana.

"Penetapan lokasi tersebut juga berpegangan pada perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan PT Pembangunan Jaya Ancol, untuk perluasan Ancol Timur seluas 120 hektare yaitu pada 2009," pungkas Saefullah.



Sumber: BeritaSatu.com