Pemkot Bekasi Larang Pedagang Berjualan di CFD

Pemkot Bekasi Larang Pedagang Berjualan di CFD
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. (Foto: Suara Pembaruan/Mikael Niman)
Mikael Niman / CAH Jumat, 3 Juli 2020 | 18:48 WIB

Bekasi, Beritasatu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan akan menggelar hari bebas kendaraan bermotor (car free day/CFD) mulai Minggu (5/7/2020). Untuk mendukung pencegahan Covid-19, Pemkot Bekasi mengeluarkan Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor: 660.1/828/Dinas LH tentang Larangan untuk Sementara Waktu Para Pelaku Usaha/Pedagang Berjualan di Area Car Free Day Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) di Kota Bekasi.

Terdapat 15 titik larangan berjualan di area CFD ATHB yakni simpang Bekasi Cyber Park (BCP), pintu masuk pusat kuliner Apartemen Center Point, simpang Kayuringin, Jalan Rawa Tembaga 1, Jalan Rawa Tembaga 2, Jalan Rawa Tembaga 3, kolong jembatan layang KH Noer Ali Summarecon, Bundaran Summarecon, pintu Stadion Patriot Candrabhaga, Rumah Sakit Mitra Barat, simpang Kayuringin atau Elgangga, Jalan KH Noer Ali, Jalan Guntur atau Cevest, Taman Hutan Kota, dan Jalan Tangkuban Perahu atau SMAN 2.

Baca JugaPemkot Bekasi Gelar CFD 5 Juli

Instruksi Wali Kota ini berlaku dalam dua pekan ke depan (5 dan 12 Juli 2020) dan selanjutnya Pemerintah Kota Bekasi akan melakukan evaluasi.

“Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, Pemerintah Kota Bekasi akan melaksanakan adaptasi tatanan hidup baru (ATHB) yang menyinergikan aspek kesehatan sosial dan ekonomi, agar keberlangsungan perekonomian masyarakat tetap berjalan,” ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Jumat (3/7/2020).

Masa pemberlakukan adaptasi tatanan hidup baru (ATHB) di Kota Bekasi dimulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2020.

Keputusan pemberlakukan ini, berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor: 300/ Kep.396-BPBD/ VII/ 2020 tentang Adaptasi Tatanan Hidup Baru Masyarakat Produktif Aman Covid-19 di Kota Bekasi.

Baca JugaPemkot Bekasi Mulai Izinkan Tempat Hiburan dan Pariwisata

Dalam Kepwal tersebut, salah satunya mengatur pelaksanaan ATHB pada kecamatan dan atau kelurahan ditemukan kasus baru positif Covid-19 maka diberlakukan pembatasan sosial berskala mikro di kecamatan atau kelurahan tersebut.

Pelaksanaan adaptasi tatanan hidup baru masyarakat produktif aman dari Covid-19 di berbagai bidang yakni kesehatan, pendidikan, agama, lingkungan kerja, tempat atau fasilitas umum dan sosial budaya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Fatikhun, mengatakan ojek daring (ojol) masih belum diperbolehkan membawa penumpang di Kota Bekasi. Pelarangan ini mulai diberlakukan sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bekasi hingga saat ini.

“Ada sistem baru ojek online ketika diperbolehkan membawa penumpang di Kota Bekasi. Seperti, adanya titik atau pos aman, pengemudi ojol wajib diperiksa di pos tersebut agar bisa membawa penumpang,” ujar Fatikhun.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi telah bertemu dengan manajemen ojol membahas persiapan protokol kesehatan agar dapat membawa penumpang kembali. Namun, saat ini belum ada keputusan untuk memperbolehkan membawa penumpang.



Sumber: BeritaSatu.com