Bamus Betawi Tolak Reklamasi Ancol

Bamus Betawi Tolak Reklamasi Ancol
Pengunjung menikmati suasana Pantai di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu, 20 Juni 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Hotman Siregar / RSAT Sabtu, 4 Juli 2020 | 20:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Badan Musyawarah Suku Betawi (Bamus Betawi), Zainuddin meminta, Gubernur DKI Anies Baswedan konsisten dengan janjinya saat kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 terkait penolakan reklamasi. Kini, janji Pilgub itu seolah terlupakan dengan dikeluarkannya izin reklamasi Ancol selus 155 hektare.

"Saya hanya mengingatkan. Anies-Sandi miliki jargon, tolak reklamasi. Saya inget betul, Anies sampaikan "Reklamasi tak lebih hanya membawa kemudaratan". Kalau kata orang Betawi, iya ilokan dah, sekarang malah dilanjutkan itu barang," kata Zainuddin di Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Zainuddin menyayangkan, langkah Anies mengeluarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi seluas 35 hektare, dan Perluasan Kawasan Rekreasi Taman Impian Jaya Ancol Timur Seluas 120 hektare.

Dia menjelaskan, Ancol itu tidak sepenuhnya milik Jakarta meski di bawah Pembangunan Jaya. Pemprov DKI, hanya miliki saham 40 persen di Ancol. Sementara 52,37 persen swasta dan perorangan, dan milik Yayasan 7,63 persen.

"Saya sebagai ketua Bamus Betawi jelas menolak Kepgub Nomor 237 Tahun 2020," tegas Zainuddin.

Dia mengungkap bahwa, Anies secara perlahan terus memperbesar atau menyetujui reklamasi di Teluk Jakarta. Politisi Golkar itu juga mengaku, apa yang disampaikan berdasarkan fakta-fakta di lapangan. Misalnya, Anies sebelumnya juga telah menerbitkan IMB untuk 932 gedung yang telah didirikan di Pulau D hasil reklamasi yang sempat disegel.

Selain itu, ada 311 rukan dan rumah tinggal yang belum selesai dibangun di pulau yang sama. Sekarang, memperluas area reklamasi di kawasan Ancol 155 hektare. Kalau alasannya, untuk pembangunan masjid apung dan musium Bamus Betawi setuju.

"Tapi masa iya, bangun masjid dan musium sampai 155 hektare? Saya minta Anies jujur.  Saya menduga, pembangunan itu, bagian corporate social responsibility (CSR), sebagai kewajiban pengembang. Kalau mau bangun museum atau masjid, Jakarta sudah punya Masjid Agung, Istiqlal dan lainnya," ungkapnya.

Keputusan Mubes Bamus Betawi Ancol salah satu poinnya merekomendasikan agar menghentikan reklamasi. Oleh karena itu, reklamasi harus dihentikan.

"Memperluas daratan sama saja reklamasi. Sekali lagi saya tegaskan, Bamus Betawi menolak reklamasi Ancol," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com