Terkait Putusan PTUN, Pemprov DKI dan Pengusaha Hiburan Diharapkan Tak Terjebak Ego

Terkait Putusan PTUN, Pemprov DKI dan Pengusaha Hiburan Diharapkan Tak Terjebak Ego
Ilustrasi karaoke (Foto: istimewa)
Hotman Siregar / RSAT Senin, 6 Juli 2020 | 10:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diharapkan dapat menerima keputusan PTUN DKI Jakarta yang mengabulkan gugatan PT Mahkota Aman Sentosa sebagai pengelola Golden Crown Karaoke. Terlebih, memikirkan persoalan menyangkut hajat hidup ribuan orang yang cari nafkah di perusahaan tersebut.

"Masing-masing pihak harus legowo. Ini bukan soal menang kalah. Yang paling penting untuk diperhatikan, masalah hajat hidup ribuan orang yang cari nafkah di Golden Crown," ungkap pemerhati hiburan malam, Tete Martadilaga, melalui pesan singkat di Jakarta, Senin (6/7/2020).

Saat ini, kata Tete, pemerintah dan pengusaha jangan terjebak pada egonya masing-masing dalam menghadapi putusan PTUN dalam sidang yang digelar secara virtual pada tanggal 2 Juni 2020.

"Putusan sudah final. Hakim tentunya punya pertimbangan yang bisa dipertanggung jawabkan. Putusan itu harus kita hormati," tegasnya.

Kalau sudah demikian, lanjut Tete, Pemprov dan manajemen Golden Crown harus duduk bersama untuk memikirkan nasib para pekerja dan UMKM yang selama ini berusaha di sekitar tempat usaha itu.

Seperti diketahui, dilansir dari laman resmi sipp.ptun-jakarta.go.id, hakim memutuskan mengabulkan seluruh gugatan PT Mahkota Aman Sentosa dan membatalkan Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta Nomor 19 tahun 2020 tentang pencabutan tanda daftar usaha pariwisata PT Mahkota Aman Sentosa, tertanggal 07 Februari 2020.



Sumber: BeritaSatu.com