Senin Pagi, Penumpang KRL Asal Bogor Capai 15.000 Orang

Senin Pagi, Penumpang KRL Asal Bogor Capai 15.000 Orang
Wali Kota Bogor Bima Arya saat meninjau Stasiun Bogor, Senin (6/7/2020). (Foto: istimewa)
Vento Saudale / CAH Senin, 6 Juli 2020 | 17:38 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Penumpang kereta api listrik (KRL) dari Stasiun Bogor mulai membeludak sejak pagi hingga mencapai 15.000 orang atau bertambah 3.000 penumpang dari Senin pekan lalu.

"Terlihat ada peningkatan. Senin pekan lalu sampai jam 09.00 WIB, terdapat 12.000 penumpang dari Bogor. Kami mencatat mencapai 15.000 penumpang," kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba saat melakukan pantauan di lokasi bersama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Senin (6/7/2020).

Anne menyebutkan jumlah penumpang sudah hampir kembali normal baik dari arah Jakarta maupun Bogor. Hal itu karena menurut pengakuan penumpang, perusahaanya belum memberlakukan shifting setelah dibuka kembalinya kebijakan masa kerja tatap muka.

Baca JugaPengaturan Jam Kerja Solusi Urai Kepadatan Pengguna KRL

"Bagaimana pun sebagai pekerja menginginkan agar semua tepat waktu.Tapi pastikan saat ini KCI tidak bisa mengangkut penumpang sebanyak-banyak seperti sebelum pandemi," jelasnya.

Sesuai ketentuan, PT KCI, masih memberlakukan pembatasan sosial berupa jarak tempat duduk dalam setiap gerbong yang hanya memuat 74 orang.

Baca JugaPenumpang KRL Membeludak, Bima Arya: Pembagian Jam Kerja Tak Maksimal

"Setelah ini kami akan evaluasi, kita berharap ada kebijakan lagi. Himbauan pemda agar mencari solusi. Bagaimana jasa commuter line ini bisa beroperasi dengan baik," katanya.

Anne menambahkan, diprediksi akan ada penambahan jumlah penumpang sebanyak 8 persen di masa PSBB Proporsional selama satu minggu lalu yang mengangkut sebanyak 400.000 penumpang.



Sumber: BeritaSatu.com