Buntut Rhoma Irama Pentas di Bogor, Tes Cepat Covid-19 Digelar Massal

Buntut Rhoma Irama Pentas di Bogor, Tes Cepat Covid-19 Digelar Massal
Tes Covid-19 yang digelar di Pasar Bogor Senin (11/5/2020) dengan mengambil 500 sampel dan dari jumlah itu satu orang positif terinfeksi Covid. (Foto: Berita Satu / Vento Saudale)
Vento Saudale / BW Selasa, 7 Juli 2020 | 00:07 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan melakukan tes cepat Covid-19 kepada 300 orang yang menghadiri acara yang diadakan Surya Atmaja di Pamijahan, Kabupaten Bogor. Acara itu mengundang raja dangdut Rhoma Irama dan dihadiri banyak orang.

"Kita akan gelar rapid test secara massal besok (Selasa, 7/7/2020). Sebanyak 300 rapid test kita sediakan dari Dinkes. Yang banyak diberitakan mengenai akan membantu Pemkab Bogor dari keluarga (Surya Atmaja), belum sama sekali ada pembicaraan," kata Bupati Bogor, Ade Yasin, Senin (6/7/2020).

Menurutnya, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor saat ini masih memakai biaya Pemkab Bogor, untuk menggelar tes cepat di lokasi konser yang dihadiri ribuan penonton tersebut. “Kita khawatir ada klaster baru di sana (Pamijahan), makanya kita akan gelar rapid test secara massal, untuk sisanya nanti kita akan menyusul," jelasnya.

Beberapa waktu lalu, pihak keluarga Surya Atmaja menuturkan, pihaknya siap menanggung seluruh biaya untuk rapid test bahkan swab test untuk memastikan ratusan orang yang hadir dalam acara itu dalam keadaan sehat dan tidak terdampak Covid-19.

“Namun, kami menyarankan jangan rapid test, saya harap gugus tugas melakukan swab massal, sehingga masyarakat bisa teridentifikasi semuanya. Jika ada yang positif, kami akan menanggung biaya hingga sembuh,” tuturnya beberapa hari lalu.

Terkait proses hukum, Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy menuturkan, untuk pemanggilan Rhoma Irama masih dalam proses. Kata dia, sejauh ini, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan kepada enam orang di balik acara khitanan putra dari Surya Atmaja yang merupakan tokoh di Kecamatan Pamijahan tersebut.

"Untuk pemanggilan nanti kita infokan lagi, kita juga sudah periksa sebanyak enam orang saksi," tukasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan Pemerintah Kota Bogor memperpanjang penutupan toko bangunan Mitra 10. Hal itu lantaran masih ada tambahan kasus positif Covid-19 yang saat ini mencapai 21 orang.

"Bertambah satu positif lagi. Untuk klaster Mitra 10, Pemkot Bogor 19 sudah memperpanjang penutupan sementara operasional," kata Dedie.

Dia mengatakan, selama masa penutupan pihaknya meminta Mitra 10 melakukan beberapa langkah antara lain, melakukan uji sampel spesimen bagi karyawan, SPG, supplier, dan manajemen.

"Kemudian mereka harus melakukan penataan sirkulasi udara, menyiapkan flow pengunjung, menutup kantin, mengurangi jumlah pegawai yang berada di dalam area toko, dan menyiapkan skema penyemprotan desinfektan secara rutin dan terjadwal," kata Dedie.

Menurut Dedie, jika sebaran Covid-19 di toko tersebut telah teratasi dan semua persyaratan dari Pemkot Bogor dipenuhi maka akan dipertimbangkan untuk diberikan kelonggaran.



Sumber: BeritaSatu.com