Rusun di Kota Bogor Diubah Jadi Ruang Isolasi Covid-19

Rusun di Kota Bogor Diubah Jadi Ruang Isolasi Covid-19
Ketua GTPP Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat meninjau di Rusun Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Selasa 7 Juli 2020. (Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale)
Vento Saudale / CAH Rabu, 8 Juli 2020 | 15:45 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Dua blok rumah susun sewa (Rusunawa) di Kota Bogor diubah dan dipersiapkan untuk menampung 50 orang yang akan melakukan isolasi eksternal Covid-19. Hal itu untuk guna mengantisipasi meningkatnya paparan Covid-19 di Kota Bogor.

Kepala unit pelaksana teknis (UPT) Rusun Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Ilham Gunawan menjelaskan, rencana untuk ruang isolasi yang disediakan di Rusun Menteng Asri di Bogor Barat dan tersedia sebanyak 20 kamar.

Sedangkan di Rusun Cibuluh ada 11 ruangan, dimana satu ruangan di lantai satu dan 10 ruangan di lantai 4 yang terdiri dari dua kasur di setiap ruangannya.

Baca Juga: Bogor Kembali Swab Test 200 Penumpang KRL

Ia pun memastikan ruang isolasi yang berdampingan dengan ruang-ruang yang disewa secara umum tidak akan menimbulkan masalah. Sebab, setiap blok umum dan blok ruang isolasi diberi sekat batas.

"Ruang isolasi yang bergabung dengan hunian penduduk ini tidak menjadi masalah. Sebab kami sudah melakukan penyekatan dengan menggunakan teralis sebagai pembatas antara zona isolasi dan zona penghuni," Ilmam menjelaskan, Rabu (8/7/2020).

Kata dia, berbagai kebutuhan guna menunjang keberadaan ruang isolasi ini pun sudah cukup memadai, dengan disediakannya ruangan untuk tenaga medis dan melakukan pemisahan kamar mandi untuk pasien positif dan tenaga medis.

"Untuk penyemprotan desinfektan juga kami rutin lakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penghuni umum," tambahnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim yang melakukan peninjauan Selasa kemarin menjelaskan, penyediaan ruang isolasi mandiri guna mengantisipasi situasi terburuk Pandemi Covid-19. Salah satunya menyediakan ruang isolasi eksternal di Rusunawa.

Baca Juga: Pra AKB, Pemkot Bogor Berlakukan Surat Perjanjian Bersama

"Jadi, kami tidak tinggal diam. Kami mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi situasi terburuk (worst condition) nanti," ujar Ketua Dedie A Rachim yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Bogor.

Kata dia setidaknya, dari dua unit Rusun yang merupakan aset milik Pemkot Bogor. Setidaknya mampu menampung kurang lebih 50 pasien positif Covid-19.

Selain menyiapkan ruang isolasi eksternal di dua Rusun. Dedie A Rachim juga mengungkapkan pihaknya tengah berupaya meminta kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) agar memberikan izin kepada Pemkot Bogor untuk menggunakan tempat rehabilitasi milik BNN yang berada di Lido.

"Kami sedang berkoordinasi dengan pihak BNN untuk kemungkinan kita bisa memakai aset mereka di Lido, itu rencananya," ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com