Menaikkan Kapasitas Penumpang KRL Perlu Kajian Mendalam

Menaikkan Kapasitas Penumpang KRL Perlu Kajian Mendalam
Ilustrasi penumpang kereta api. (Foto: Antara / Muhammad Adimaja)
Bhakti Hariani / CAH Rabu, 8 Juli 2020 | 19:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Permintaan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk meningkatkan jumlah penumpang di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) direspons Kementerian Perhubungan (Kemhub). Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyatakan untuk menaikkan kapasitas dalam kondisi angka terinfeksi masih tinggi tiap harinya, memerlukan kajian dan diskusi lebih lanjut dengan para pakar kesehatan.

Adita menuturkan, meningkatkan kapasitas kereta berarti harus mempertimbangkan jaga jarak yang dipersyaratkan untuk mencegah penularan. 

Baca Juga: KAI Harap Kemhub Relaksasi Batas Isian KRL

"KRL saat ini melaksanakan tugas melayani masyarakat yang beraktivitas setiap hari khususnya dengan mulai masuk ke periode transisi dan adaptasi kebiasaan baru," ujar Adita saat dihubungi SP, Rabu (8/7/2020).

Lebih lanjut diungkap Adita, hal yang lebih mendesak untuk diatur dan diawasi adalah pembagian jam kerja (shift) sebagai upaya mengurai penumpukan penumpang KRL.

Baca JugaCegah Klaster Covid-19 KRL, Wakil Wali Kota Depok Minta Ada Pengaturan Jam Masuk Kantor 

Gugus Tugas, kata Adita, sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 8 Tentang Pengaturan Jam Kerja Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 Wilayah Jabodetabek.

"Namun nampaknya penerapannya belum maksimal sehingga belum efektif mengurai jam aktivitas masyarakat sehingga penumpang KRL pun masih menumpuk di jam tertentu," pungkas Adita. 



Sumber: BeritaSatu.com