Katedral Bogor Gelar Misa Perdana

Katedral Bogor Gelar Misa Perdana
Umat mengikuti simulasi misa di Gereja Katedral Bogor, Minggu (5/7/2020). Gereja Katedral akan menggelar misa kembali mulai Sabtu (11/7/2020). Sebelumnya, sejak pertengahan Maret lalu gereja ditutup untuk menghindari penyebaran Covid-19. (Foto: Suara Pembaruan / Bernadus Wijayaka)
Bernadus Wijayaka / BW Jumat, 10 Juli 2020 | 23:48 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Humas Satuan Tugas Paroki Katedral Bogor, Johnsis Kurniawan, mengatakan, misa perdana dengan dihadiri umat di Katedral Bogor akan mulai digelar pada Sabtu (11/7/2020) pukul 17.00 WIB.

Kemudian, misa berikutnya pada Minggu (12/7/2020), pukul 05.30, 08.00, 11.00, 16.00, dan 19.00. Sebelumnya, sejak pertengahan Maret lalu, Gereja Katedral tidak menggelar misa, untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Tempat misa berpindah-pindah, tidak di dalam gereja saja, ada tiga tempat,” katanya.

Selain di dalam gereja, misa akan diselenggarakan di aula paroki lantai dua dan aula Gedung Pusat Pastoral lantai empat.

“Tiga tempat itu bergantian. Karena setelah dipakai, akan dibersihkan sesuai dengan protokol kesehatan,seperti disemprot disinfektan. Butuh waktu lama untuk membersihkan, sehingga tidak mungkin misa digelar di satu tempat,” ujar Johnsis.

Dikatakan, misa juga akan diselenggarakan secara live streaming pada pukul 08.00 melalui kanal BMV Production.

“Tetap ada live streaming. Itu karena tempat misa terbatas, dan tidak semua umat dapat mengikuti misa di gereja, seperti lansia, anak-anak, dan orang sakit. Di samping itu, umat hanya bisa ke gereja sekali dalam satu bulan,” katanya.

Menurut Johnsis, sekali misa hanya bisa dihadiri 200 orang. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Saat itu, di dalam gereja saja bisa menampung 700 orang.

“Belum lagi di aula pastoral, bisa ratusan juga. Untuk sementara ini, maksimal 200 yang bisa misa. Jadi, umat hanya bisa sekali ke gereja dalam satu bulan,” katanya.

Jika tiap kali misa hanya 200 orang, maka tiap pekan hanya 1.200 orang yang bisa mengikuti misa.

“Gereja punya data umat, siapa yang bisa dan tidak bisa misa, seperti lansia, anak-anak. Ketua wilayah yang mendata umatnya. Saat memasuki gereja, umat harus membawa tiket yang diberikan ketua wilayah. Protokol kesehatan, tentu saja akan diterapkan sangat ketat, seperti cuci tangan sebelum masuk gereja dan pengecekan suhu tubuh. Masker, tentu saja harus dipakai, dan wajib menjaga jarak,” katanya.

Sebelumnya, Gereja Katedral sudah menggelar simulasi misa pada Minggu (5/7/2020).



Sumber: BeritaSatu.com