KAJ Buka Gereja untuk Ibadah Secara Bertahap

KAJ Buka Gereja untuk Ibadah Secara Bertahap
Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan DKI Jakarta menyemprotkan disinfektan didepan Gereja Katedral Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / Bhakti Hariani / BW Sabtu, 11 Juli 2020 | 00:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) membuka gereja untuk ibadah atau misa pada era new normal secara bertahap mulai Minggu (12/7/2020).

Pada tahap awal, KAJ akan membuka tiga gereja, yakni Gereja Paroki Katedral, Paroki Harapan Indah, dan Paroki Tangerang.

"Dalam perencanaan kami, kemungkinan pembukaan ibadah dan ekaristi secara offline, yang dihadiri umat di gereja dilakukan secara bertahap," ujar Sekjen KAJ Romo Adi Prasodjo dalam keterangannya, Jumat (10/7/2020).

Romo Adi mengatakan, pembukaan gereja secara bertahap ini akan dievaluasi tiap Minggu dan tiga geraja paroki yang akan dibuka pun akan dievaluasi secara ketat. Dia juga memastikan jumlah umat yang hadir di tiga gereja tersebut akan terbatas.

"Paroki yang sudah mendapatkan izin, akan tetap dievaluasi dan ditinjau secara kontinu, dalam rangka memastikan gereja menerima umatnya mengikuti misa dengan aman dan nyaman," tandas dia.

Romo Adi juga berharap, dengan dibukanya tiga gereja tersebut tidak membuat paroki lain merasa terburu-buru membuka gereja. Pasalnya, izin yang diberikan KAJ kepada paroki untuk membuka gereja mempertimbangkan sejumlah hal.

"Izin yang kita berikan mempertimbangkan persiapan matang, jumlah umat yang bisa ditangani dengan baik dan dalam kondisi sehat, serta telah memenuhi kondisi yang disebutkan di pedoman umum dari KAJ," ungkap dia.

Lebih lanjut Romo Adi mengatakan, ada tiga hal utama yang perlu disiapkan secara matang oleh paroki-paroki di KAJ agar bisa membuka gereja di era new normal. Pertama, kesiapan fasilitas, sarana-prasarana untuk pembukaan ibadah di gereja.

"Kedua, kesiapan sumber daya manusia, para pelayanan pastoral, pelayan liturgi, tim gugus kendali setiap paroki yang akan melayani umat yang hadir," tutur dia.

Terkait SDM ini, tambah Romo Adi, perlu usaha yang terus-menerus untuk memitigasi dan meminimalasi risiko dari penyebaran Covid-19. Dia juga meminta umat yang hadir untuk mematuhi semua ketentuan protokol kesehatan dari pemerintah.

Dikatakan, akan ada modifikasi-modifikasi tertentu dalam tata peribdahan liturgi sesuai dengan pedoman tatanan new normal. Pihaknya mewajibkan umat menggunakan masker dan tidak melakukan kontak fisik saat berada di dalam gereja.

Gereja di Depok
Sementara itu, gereja di Depok akan mematuhi Peraturan Wali Kota Depok terkait PSBB sesuai dengan persiapan pelaksanaan kebiasaan baru terkait pelaksanaan misa/ kebaktian perdana yang akan dihelat Minggu (12/7/2020).

Ketua Umum Forum Komunikasi dan Kerjasama Umat Kristiani Kota Depok (FKKUKD) Martin Luther Batubara mengatakan, gereja di Depok telah melakukan persiapan secara khusus. Gereja sudah mendapat izin dari kantor kecamatan.

Gereja juga sudah menyemprot disinfektan di dalam gereja. Penyemprotan dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok selaku tim pencegahan wabah Covid-19 Kota Depok.

Gereja juga mengatur kursi berjarak 1,5 meter serta melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. Semua umat, lanjut Martin, harus menggunakan masker, gereja menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, mempersiapkan hand sanitizer, serta melakukan pengukuran suhu tubuh.

Martin menambahkan, khusus anak-anak sekolah minggu dan lansia diimbau untuk mengikuti ibadah online dan tidak mengikuti ibadah langsung



Sumber: BeritaSatu.com