Positif Covid-19 di DKI Catat Rekor, Anies: Jangan Anggap Enteng

Positif Covid-19 di DKI Catat Rekor, Anies: Jangan Anggap Enteng
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Foto: istimewa)
Yustinus Paat / YUD Minggu, 12 Juli 2020 | 18:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara soal penambahan kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta yang mencapai angka 404 kasus baru hari ini, Minggu (12/7/2020). Anies menilai penambahan kasus ini tidak boleh dianggap enteng dan menjadi peringatan bagi warga DKI Jakarta untuk selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Dalam seminggu terakhir kita tiga kali mencatat rekor baru penambahan harian dan hari ini yang tertinggi sejak kita menangani kasus di Jakarta, ada 404 kasus baru, tidak boleh dianggap enteng," kata Anies dalam Youtube yang diunggap Pemprov DKI, Minggu (12/7/2020).

Anies mengakui bahwa, penambahan kasus baru ini memang tidak terlepas dari langkah Pemprov melakukan active case finding. Artinya, Pemprov melalui puskesmas-puskesmas pro-aktif menemukan kasus positif di masyarakat, bukan hanya menunggu pasien yang diduga Covid-19 di fasilitas kesehatan.

Apalagi, kata Anies, kemampuan tes PCR di Jakarta per Minggu sudah tiga kali lipat dari standar tes WHO dan rata-rata positivity rate-nya berkisar 5 persen. Standar WHO adalah 1000 tes per 1 juta penduduk dan positivity rate di bawah angka 5 persen.

"(Dengan active case finding) Kita tidak menunggu pasien di fasilitas kesehatan tapi Puskesmas kita mengejar kasus positif di masyarakat. Dari situ mereka yang ditemukan positif diisolasi. Tapi, (hari ini) angkanya tetap tinggi," ungkap dia.

Yang menarik juga, kata Anies, hari ini, angka positivity rate di Jakarta mencapai angka 10,5 persen. Angka ini, kata dia, naik 2 kali lipat dari angka positivity rate selama ini.

Anies pun membandingkan angka positivity rate hari ini dengan hari sebelumnya. Pada tanggal 4-10 Juni di Jakarta, kata dia, sebanyak 21.197 orang melakukan tes Covid-19 dan positivity ratenya 4,4 persen. Lalu pada 11-17 Juni, yang dites sebanyak 27.091 orang dengan positivity rate 3,1 persen

Pada 18-24 Juni, yang dites sebanyak 29.873 orang dengan positivity rate 3,7 persen. Kemudian, pada 25 Juni - 1 Juli, sebanyak 31.085 orang dites, positivity rate 3,9 persen dan pada 2-8 Juli, yang dites sebanyak 34.007 dites dengan positivity rate 4,8 persen.

"Tapi hari ini angka positivity rate-nya itu menjadi 10,5 persen, melonjak 2 kali lipat. Ini adalah suatu peringatan bagi kita semua bahwa kita harus lebih waspada dan disiplin. Jangan anggap enteng, ringan, jangan merasa kita bebas Covid-19. Lonjakan ini peringatan untuk kita semua," pungkas Anies.

Sebelumnya, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengungkapkan, penambahan kasus baru positif Covid-19 hari ini, Minggu (12/7/2020) mencapai angka 404 kasus. Dengan penambahan tersebut, maka jumlah kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta pada hari ini sebanyak 14.361 kasus.

Dari jumlah tersebut, 9.200 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 702 orang meninggal dunia.

"Sampai dengan hari ini kami laporkan, 554 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.905 orang melakukan self isolation di rumah. Sedangkan, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 355 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 734 orang," ujar Ani dalam keterangannya, Minggu (12/7/2020).

Ani menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR, dengan membangun Laboratorium Satelit COVID-19, berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu dan RSKD Duren Sawit sejak 9 April 2020 dan membangun jejaring dengan 45 laboratorium pemeriksa Covid-19.

"Secara kumulatif, pemeriksaan PCR sampai dengan 11 Juli 2020 sebanyak 392.794 sampel. Pada 11 Juli 2020, dilakukan tes PCR pada 4.522 orang, 3.841 di antaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 404 positif dan 3.437 negatif," tutur Ani.



Sumber: BeritaSatu.com