Anies: Jika Kebijakan Rem Darurat Diterapkan, Kita Semua Akan Kerepotan

Anies: Jika Kebijakan Rem Darurat Diterapkan, Kita Semua Akan Kerepotan
Anies Baswedan. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / WBP Senin, 13 Juli 2020 | 06:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mewanti-wanti warga DKI Jakarta agar tidak membuat Pemprov DKI menerapkan kebijakan rem darurat atau emergency brake policy di tengah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi. Jika kebijakan ini diterapkan, kata Anies, maka Provinsi DKI akan kembali ke masa PSBB.

Peringatan ini disampaikan Anies menanggapi lonjakan kasus positif Covid-19 di Jakarta yang mencapai rekor pada Minggu (12/7/2020) dengan penambahan 404 kasus baru. Bahkan positivity rate-nya berada di angka 10,5 persen, naik 2 kali lipat dari angka-angka sebelumnya. "Saya ingatkan kepada semua. Jangan sampai situasi ini berjalan terus, sehingga kita harus menarik rem darurat. Bila itu terjadi, maka kita semua kembali di dalam rumah," ujar Anies dalam Youtube yang diunggap Pemprov DKI, Minggu (12/7/2020).

Baca juga: Anies Sebut 66% Kasus Baru Covid-19 di Jakarta dari OTG

Dengan kebijakan rem darurat, kata Anies, maka aktivitas ekonomi, keagamaan dan sosial akan dihentikan sebagaimana dilakukan pada pertengahan April 2020 lalu. Hanya sejumlah sektor yang diizinkan beroperasi, seperti kesehatan, pangan, energi dan sektor lainnya.

Baca juga: Anies: Waspada di Area Transportasi Publik dan Pasar

Padahal pada masa PSBB transisi sekarang ini, sejumlah sektor ekonomi, keagamaan dan sosial sudah diizinkan beroperasi, seperti mal, pasar, perkantoran, tempat ibadah, dan tempat wisata secara terbatas sudah dibuka. "(Jika kebijakan rem darurat diambil) maka perekonomian terhenti, keagamaan terhenti, sosial terhenti. Kita semua yang akan merasakan kerepotannya," ungkap Anies.

Untuk itu, Anies meminta masyarakat disiplin dan konsisten menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, jaga jarak aman, cuci tangan pakai sabun, kapasitas 50 persen. "Kebijakan kita semua utamakan keselamatan, tetapi jangan sampai anggap enteng. Mari disiplin. Insyaallah angka ini akan menurun," pungkas Anies.



Sumber: BeritaSatu.com