Sulit Terapkan Physical Distancing, Anies Diminta Tak Buka Hiburan Malam

Sulit Terapkan Physical Distancing, Anies Diminta Tak Buka Hiburan Malam
Ilustrasi karaoke (Foto: istimewa)
Yustinus Paat / RSAT Senin, 13 Juli 2020 | 19:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pimpinan Satuan Tugas Anti Narkoba (DPP SAN), Anhar Nasution meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar tidak membuka tempat hiburan malam selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Pasalnya, kata Anhar, tempat hiburan sangat sulit untuk menerapkan physical distancing.

“Coba bayangin saat karokean. Bagaimana menyanyi terpisah, apa rasanya, belum lagi saat clubing, bagaimana berjoget dengan berjarak,” kata Anhar di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Apalagi, kata Anhar, saat memakai jasa pemandu lagu, sulit dilakukan physical distancing. Menurut dia, para pelanggan enggan rugi karena harus duduk berjauhan.

Begitu juga rencana pembukaan gerai pijat, yang juga sulit menerapkan physical distancing. Pasalnya sentuhan kulit antara lengan, tangan, tubuh pelanggan terjadi.

"Dengan keluar masuk orang di kedua tempat ini membuat tempat hiburan dan gerai pijat rawan akan penyebaran Covid-19. Jadi kalau saran saya mending ditunda dulu,” ucapnya.

Terlebih saat ini, lanjut Anhar, angka positivity rate di Jakarta belakangan ini naik dari angka 5 persen ke 10,5 persen. Menurut dia, jika tidak diantisipasi, maka lonjakan pasien positif di Jakarta bisa tak terkendali.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani yang meminta agar tempat hiburan tak dibuka saat PSBB transisi. Menurut Zita, lebih baik Anies memprioritaskan pembukaan sekolah terlebih dahulu agar para siswa bisa belajar secara tatap muka.

Jika Anies tetap ngotot membuka hiburan malam sebelum sarana pendidikan pada PSBB transisi tahap kedua nanti, kata Zita, PAN menyatakan untuk menolak kebijakan tersebut.

"Nah, itu saya tolak keras, jangan sampai tempat hiburan dibuka sebelum pendidikan dibuka. Bila itu terjadi, saya akan kritik dan tolak keras," kata Zita.



Sumber: BeritaSatu.com