Ikappi Sebut 273 Pedagang Pasar di DKI Positif Covid-19

Ikappi Sebut 273 Pedagang Pasar di DKI Positif Covid-19
Ilustrasi pedagang pasar. (Foto: Antara)
Yustinus Paat / FER Selasa, 14 Juli 2020 | 20:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP Ikappi) merilis data terbaru pedagang di pasar tradisional di seluruh Indonesia yang positif Covid-19.

Baca Juga: Ikappi Catat 1.053 Pedagang Pasar Terpapar Covid-19

Berdasarkan data Ikappi, jumlah pedagang pasar tradisional yang positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 1.053 orang yang tersebar di 190 pasar, di 80 kabupaten/kota dan 26 provinsi.

DKI Jakarta menjadi provinsi tertinggi jumlah pedagangnya yang positif Covid-19, yakni sebanyak 273 pedagang yang tersebar di 45 pasar.

"DKI masih menjadi provinsi tertinggi, disusul Jatim. Jumlah yang positif Covid-19 di Jakarta sebanyak 273 pedagang yang tersebar di 45 pasar tradisional," ujar Ketua Bidang Infokom DPP Ikappi, Reynaldi Sarijowan, dalam keterangannya, Selasa (14/7/2020).

Reynaldi meminta semua pihak khususnya pemda dan pengelola pasar agar terus melakukan edukasi secara masif akan bahaya Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas di pasar. Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun Ikappi, kasus Covid-19 di pasar mengalami peningkatan karena publik termasuk pedagang pasar tidak terlalu percaya bahaya Covid-19.

Baca Juga: Jual-Beli di Pasar Pasti Aman dengan Protokol Kesehatan

"Kami minta kepada semua pihak khususnya pemda dan pengelola untuk lebih aktif melakukan edukasi tentang bahaya Covid-19 dan melakukan penguatan koordinasi dalam rangka menjalankan protokol kesehatan di pasar tradisional," tandas dia.

Ikappi, kata Reynaldi, juga mendorong seluruh pasar tradisional di Jakarta menggunakan pembatas plastik untuk menghindari komunikasi langsung antara pedagang dan pembeli. Menurut dia, pembatas plastik ini lebih efektif mencegah penyebaran Covid-19.

"Pembatas plastik ini paling efektif dibanding kebijakan ganjil genap atau kebijakan pembatasan jam operasional. Karena justru pembatasan jam operasional dapat meningkatkan penyebaran karena akan ada penumpukan di jam jam tersebut," pungkas Reynaldi.

Data Pedagang Pasar DKI Terdampak Covid-19 versi Ikappi:

1. Pasar Glodok: 4 pedagang
2. Pasar Kramat Jati: 49 pedagang
3. Pasar Perumnas Klender: 18 pedagang
4. Pasar Serdang: 14 pedagang
5. Pasar Kedip: 3 pedagang
6. Pasar Rawa Kerbau: 14 pedagang
7. Pasar Lontar: 1 pedagang
8. Pasar Obor: 1 pedagang
9. Pasar Grogol: 1 pedagang
10. Pasar Gondangdia: 1 pedagang
11. Pasar Petojo Enclek: 9 pedagang
12. Pasar Kebayoran Lama: 14 pedagang
13. Pasar Puri Indah: 1 pedagang
14. Pasar Lenteng Agung: 2 pedagang
15. Pasar Embrio Makasar: 1 pedagang
16. Pasar Koja: 1 pedagang
17. Pasar Minggu: 3 pedagang
18. Pasar Thamrin City: 2 pedagang
19. Pasar Timbul Kartini: 5 pedagang
20. Pasar Tanah Abang: 13 pedagang
21. Pasar Sabeni: 3 pedagang
22. Pasar Petojo lir: 7 pedagang
23. Pasar Cideng: 2 pedagang
24. Pasar Palmerah: 9 pedagang
25. Pasar Enjo: 10 pedagang
26. Pasar Rawamangun: 1 pedagang
27. Pasar Kampung Ambon: 11 pedagang
28. Pasar Gembrong: 4 pedagang
29. Pasar Kemiri: 1 pedagang
30. Pasar Pondok Labu: 1 pedagang
31. Pasar Bunga Rawa Belong: 1 pedagang
32. Pasar Kopro: 4 pedagang
33. Pasar Mede: 3 pedagang
34. Pasar Blok A Tanah Abang: 1 pedagang
35. Pasar Blok B Tanah Abang: 1 pedagang
36. Pasar Metro Atom: 1 pedagang
37. Pasar Jembatan Merah: 1 pedagang
38. Pasar Karang Anyar: 4 pedagang
39. Pasar Bambu Kuning: 2 pedagang
40. Pasar Gang Kancil: 1 pedagang
41. Pasar Kedoya Utara: 3 pedagang
42. Pasar Sunter Podomoro: 1 pedagang
43. Pasar Belek: 3 pedagang
44. Pasar Pramuka: 1 pedagang
45. Pasar Cempeda Putih: 41 pedagang



Sumber: BeritaSatu.com