Begini Kisah Pilu Romelu Lukaku di Masa Kecil
INDEX

BISNIS-27 503.122 (3.27)   |   COMPOSITE 5724.74 (38.65)   |   DBX 1066.46 (5.9)   |   I-GRADE 166.255 (1.33)   |   IDX30 491.004 (3.79)   |   IDX80 129.735 (1.18)   |   IDXBUMN20 364.991 (2.88)   |   IDXG30 133.352 (1.26)   |   IDXHIDIV20 441.973 (3.34)   |   IDXQ30 143.512 (0.71)   |   IDXSMC-COM 247.38 (2.02)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (4.18)   |   IDXV30 127.096 (1.4)   |   INFOBANK15 976.214 (3.91)   |   Investor33 422.656 (2.94)   |   ISSI 167.54 (1.34)   |   JII 607.336 (5.33)   |   JII70 209.626 (2)   |   KOMPAS100 1162.4 (9.2)   |   LQ45 904.834 (7.73)   |   MBX 1587.29 (11)   |   MNC36 315.598 (2.2)   |   PEFINDO25 317.232 (0.51)   |   SMInfra18 287.626 (3.29)   |   SRI-KEHATI 361.444 (2.42)   |  

Begini Kisah Pilu Romelu Lukaku di Masa Kecil

Senin, 12 Oktober 2020 | 08:43 WIB
Oleh : Alexander Madji / AMA

Milan, Beritasatu.com - Penyerang Inter Milan yang juga pemain Timnas Belgia, Romelu Lukaku, berbagi kisah pilu masa kecilnya selama di Belgia. Ia menceritakan, ketika masih kecil, orang tuanya rela tidak makan malam demi dia dan saudaranya bisa menikmati makanan.

"Ketika bapak saya berhenti bermain sepakbola profesional, saya masih berusia enam tahun dan ibu saya didiagnosa menderita diabetes. Kami lalu melewati tahun-tahun yang sangat sulit. Ibu saya tidak punya uang untuk merawat kesehatannya, sehingga meski sakit, ia memaksa diri untuk bekerja di restoran. Saya dan saudara saya pergi dengan dia setelah pertandingan. Ayah dan ibu saya rela tidak makan malam demi kami berdua," ujarnya dalam wawancara dengan media Italia, La Gazzetta della Sport, sebagaimana dikutip dari Marca.com.

Karena itu, ketika sudah besar, Lukaku bekerja keras untuk melakukan apa pun demi ibunya, atas apa yang sudah dilakukannya untuk dia. "Setiap kali saya habis mencetak gol, saya membuat tanda "A" yang didedikasikan untuk ibu saya, Adolphine, karena tanpa dia, tidak mungkin saya menjadi seperti sekarang ini," imbuhnya.

Dari ayahnya, Lukaku juga mendapat banyak hal lewat pelajaran-pelajaran tentang hal-hal sederhana. "Setiap hari ia mengajarkan saya tentang disiplin dan mental yang benar, baik pada saat latihan di lapangan maupun dalam kehidupan di luar lapangan. Dia mengajarkan kepada saya agar menghormati siapa pun yang dijumpai, mengucapkan halo, dan melihat orang saat berbicara. Ini hal-hal kecil, tetapi sangat membantu saya setiap hari," kisah Lukaku lebih lanjut.

Lukaku mengawali karier profesionalnya bersama klub Belgia, Anderlecht, dengan menandatangani kontrak berdurasi satu musim pada 13 Mei 2009 ketika masih berusia 16 tahun.

"Dia (ayahnya) memiliki video tentang koleksi golnya dan salah satunya adalah saat melawan Anderlecht. Ini yang membuat kepala saya sakit karena ia mencetak gol ke gawang klub yang amat saya cintai di Belgia. Sejak kecil, saya sangat ingin bermain bersama mereka (Anderlecht) dan kemudian mimpi itu menjadi kenyataan," ceritanya.

Sekarang, Lukaku menjadi pemain bintang di Serie A Italia, setelah tampil gemilang bersama Inter Milan. Musim ini, ia sudah mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan Serie A. Musim lalu, ia menyumbang 34 gol di semua kompetisi untuk Nerazzuri dan mengantar klub asal kota mode Milan itu menjadi runner up Liga Serie A dan tembus hingga final Liga Europa.

Namun, bintang yang didapatnya tidak lahir begitu saja. Ada peran besar dari kedua orang tuanya. Dan, prestasi besar itu lahir dari ketidakpunyaan yang mereka miliki. Meskipun, ayahnya adalah mantan seorang pemain sepakbola profesional di Belgia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kroasia Akhirnya Petik Kemenangan Pertama

Kroasia memetik kemenangan pertama di ajang Liga Nasional Eropa setelah menang 2-1 atas Swedia, Senin (12/10/2020) dini hari WIB.

BOLA | 12 Oktober 2020

Dominan, Italia Gagal Cetak Gol ke Gawang Polandia

Italia tampil dominan di kandang Polandia pada ajang Liga Nasional Eropa, Senin (12/10/2020) dini hari WIB, tetapi gagal mencetak satu gol pun.

BOLA | 12 Oktober 2020

Tahan Imbang Prancis, Portugal di Puncak Grup

Prancis dan Portugal berbagi angka saat kedua tim saling berhadapan di Stade de France, Paris, Minggu (11/10/2020) pada ajang Liga Nasional Eropa.

BOLA | 12 Oktober 2020

Prancis Ditahan Imbang Portugal

Hasil seri 0-0 membuat kedua negara tetap menghuni dua posisi teratas di klasemen A3 dengan tujuh poin.

BOLA | 12 Oktober 2020

Ditahan Bosnia, Belanda di Bawah De Boer Masih Nihil Gol

Dalam dua laga perdana Belanda di tangan Frank De Boer, Belanda belum mampu membuat gol.

BOLA | 12 Oktober 2020

Tumbangkan Belgia, Inggris Pimpin Grup 2

Inggris sukses menundukkan Belgia dengan angka tipis 2-1 dalam laga lanjutan UEFA Nations League, Minggu (11/10/2020).

BOLA | 12 Oktober 2020

Menit Ke-64, Mason Mount Bawa Inggris Berbalik Unggul

Gol yang membawa Inggris memimpin dilesakkan Mason Mount pada menit ke-64.

BOLA | 12 Oktober 2020

Inggris dan Belgia Imbang di Babak Pertama

Belgia lebih dulu unggul melalui tendangan penalti Romelu Lukaku pada menit ke-16. Inggris menyamakan skor melalui Marcus Rashford juga dari titik putih.

BOLA | 11 Oktober 2020

Menit Ke-39, Rashford Bawa Inggris Samakan Skor

Gol yang membawa Inggris menyamakan kedudukan imbang dilesakkan Marcus Rashford pada menit ke-39 dari titik penalti.

BOLA | 11 Oktober 2020

Menit Ke-16, Lukaku Bawa Belgia Ungguli Inggris

Gol yang membawa Belgia unggul dilesakkan Romelu Lukaku pada menit ke-16 dari titik penalti.

BOLA | 11 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS