KOI Diminta Selesaikan Dualisme Cabor
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

KOI Diminta Selesaikan Dualisme Cabor

Kamis, 5 Desember 2019 | 12:47 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / AMA

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) mendesak Komite Olimpiade Indonesia (KOI) secepatnya menyelesaikan dualisme pengurusan beberapa cabang olahraga (cabor), termasuk hoki indoor. Akibat kepengurusan ganda, cabor ini dilarang tampil pada SEA Games 2019 Filipina karena tim yang berangkat tidak diakui Federasi Hoki Asia (AHF).

Sekretaris Kempora, Gatot Dewa Broto mendesak Ketua KOI sekaligus Ketua Kontingen (CdM) Indonesia, Harry Warganegara untuk secepatnya menyelesaikan kasus ini sehingga hoki indoor bisa tampil sebelum SEA Games 2019 usai.

“Meski (hoki) dualisme, tetapi tetap diberangkatkan dan ternyata dilarang tampil. Menpora Zainudin Amali meminta NOC (KOI) dan KONI selesaikan segera dan jangan-jangan sedikit-sedikit minta ke Menpora bereskan hal ini. Harus cepat dan jangan berlarut-larut. Lalu apa gunanya KOI dan KONI,” tegas Gatot ketika dihubungi Beritasatu.com di Jakarta, Rabu (4/12/2019) malam.

Terkait kasus ini, pemerintah, kata Gatot, ingin mendapat laporan lengkap dari KOI dan CdM secepatnya terkait tidak bermainnya tim hoki indoor di SEA Games 2019.

Menindaklanjuti hal itu, CdM Kontingen Indonesia, Harry Warganegara dan Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari terus melobi agar tim hoki indoor Indonesia bisa mengikuti pertandingan cabang olahraga hoki SEA Games Filipina 2019. Bahkan pihaknya siap menggugat ke pengadilan arbitrase olahraga internasional (CAS) jika sampai tim hoki indoor Indonesia dirugikan.

“Kami akan terus melakukan lobi agar tim hoki indoor Indonesia bisa tampil. Kalau sampai Tim Hoki Indoor Indonesia dirugikan, kita siap menggugat ke CAS,” kata Harry dalam keterangan resminya.

Menurut dia, tidak ada dasarnya tim hoki indoor Indonesia tidak diperkenankan Federasi Hoki Asia (FHA) bertanding di SEA Games Filipina 2019 hanya karena dualisme organisasi hoki di Indonesia.

“Tudingan adanya dualisme kepengurusan hoki Indonesia itu tidak benar. Kita hanya mengakui PP FHI sebagai anggota KONI Pusat dan National Olympic Committee (NOC) Indonesia. Memang dulu ada organisasi hoki lain tetapi itu sudah dibekukan kepengrusan KONI sebelumnya karena dianggap tidak aktif,” jelas Harry Warganegara.

Hoki Indonesia memang memiliki dua lembaga yaitu, Pengurus Besar Persatuan Hoki Seluruh Indonesia (PB PHSI) dan Pengurus Pusat Federasi Hoki Indonesia (PP FHI). FHI merupakan federasi yang diakui pemerintah, KONI, dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), sedangkan PHSI berafiliasi dengan Federasi Hoki Internasional (FIH). Dan, tim yang diberangkatkan ke SEA Games 2019 adalah yang diakui pemerintah. Ternyata kepengurusan yang diberangkatkan itu tidak terafiliasi dengan federasi internasional.

Sebenarnya, dualisme kepengurusan ini suah berlangsung lama, termasuk pada Asian Games 2018. Namun saat itu, hoki indoor tetap dipertandingkan. Namun, Ketua Umum Persatuan Hoki Seluruh Indonesia (PHSI) Raj Kumar Singh ternyata dilibatkan sebagai Technical Delegate Asian Games 2018, makanya cabor hoki indoor bisa dipertandingkan. Begitu juga saat SEA Games 2017 Malaysia, hoki Indonesia bisa berlaga atas rekomendasi Kumar Singh karena sosoknya yang disegani dan telah mengembangkan hoki di Indonesia dalam kurun waktu yang lama.

Untuk SEA Games 2019, pemerintah mendaftar nama-nama pemain atau entry by name cabor hoki indoor, karena sebelumnya sudah ada jaminan dari Plt Sekjen KOI yang lama dan akui tak ada masalah. Karena itu, pihak asosiasi seharusnya mendukung kebijakan pemerintah demi Merah Putih, bukan justru menghalangi.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Indonesia Naik ke Peringkat Keempat Perolehan Medali

Kontingen Indonesia berhasil menggeser Singapura ke peringkat keempat perolehan medali SEA Games 2019, Kamis (5/12/2019).

OLAHRAGA | 5 Desember 2019

Suci Wulandari Sumbangkan Emas dari Pencak Silat

Suci Wulandari berhasil meraih medali emas pencak silat dari kelas tanding A (45-50 kg) di Subic Bay Exhibition Center, Filipina, Kamis, (5/12/2019).

OLAHRAGA | 5 Desember 2019

Indonesia Dapatkan Dua Emas dari Pentathlon Modern

Kontingen Indonesia menambah pundi-pundi medali emas di SEA Games 2019 lewat cabang olahraga pentathlon modern nomor beach laser individu putra dan putri.

OLAHRAGA | 5 Desember 2019

Balap Sepeda dan Renang Diharapkan Sumbangkan Emas

Balap sepeda dan renang diharapkan mampu memecahkan telur medali emas memasuki perlombaan hari Kamis (5/12/2019).

OLAHRAGA | 5 Desember 2019

Coocaa Jadi Partner Resmi TV di SEA Games 2019

Bersamaan dengan kemitraan ini, coocaa meluncurkan serangkaian kegiatan dan kampanye untuk para pelanggan dengan penawaran yang luar biasa serta hadiah.

OLAHRAGA | 4 Desember 2019

Gagarin dan Siman Gagal Raih Emas di Hari Pertama Renang

Gagarin hanya finis diurutan tujuh di nomor 100 meter gaya dada putra.

OLAHRAGA | 4 Desember 2019

Tutup Tahun 2019, MMA One Pride Hadirkan Duel Internasional

Gunawan Sutrisno akan menghadapi petarung India Sunny Khatri.

OLAHRAGA | 4 Desember 2019

Angkat Besi Tembus 4 Emas, 1 Perak, dan 5 Perunggu

Indonesia finis di urutan kedua daftar perolehan medali cabor angkat besi dengan 4 emas, 1 perak, dan 5 perunggu.

OLAHRAGA | 4 Desember 2019

Indonesia Tambah Dua Perak dan Satu Perunggu dari Ice Skating

Dua medali perak datang dari Stevanus Wihardja dan Nur Indah Ratu.

OLAHRAGA | 4 Desember 2019

Lifter Rahmat Erwin Sabet Emas Kelas 73 Kg

Rahmat mencatatkan total angkatan 322 kg, snatch 145 kg, serta clean and jerk 177 kg, melewati lifter Vietnam yang menjadi pesaing utamanya.

OLAHRAGA | 4 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS