Isi Reses, Ansy Lema Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Isi Reses, Ansy Lema Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

Sabtu, 18 Juli 2020 | 08:25 WIB
Oleh : Alexander Madji / AMA

Kupang, Beritasatu.com – Anggota DPR/MPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Yohanis Fransiskus Lema atau yang akrab dipanggil Ansy Lema mengisi hari pertama masa serap aspirasi atau reses pada Jumat, (17/7/2020) dengan melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan.

Sosialisasi bertajuk “Pancasila dalam Tindakan: Gotong Royong di Era Pandemi Covid-19”, dilakukan secara virtual dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Ansy Lema tetap berada di gedung DPR di Jakarta, sementara narasumber lain dan peserta diskusi berada di gedung DPD NTT di Kupang.

Sosialisasi menghadirkan tiga pemateri, yakni Ansy Lema, Rektor Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Dr. Philipus Tule, SVD dan Akademisi Universitas Muhamadyah Kupang Dr Ahmad Atang.

Ansy mengaku memiliki tugas konstitusional untuk memberikan pemahaman nilai-nilai luhur yang terdapat dalam 4 konsensus kebangsaan yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Siapa yang mengatakan bahwa RUU HIP akan mengganti Pancasila menjadi ekasila? Ini pandangan yang sembrono. Pancasila adalah ideologi negara, sumber dari segala hukum. Dalam hirarki hukum ketatanegaraan, kedudukan ideologi Pancasila adalah paling tinggi. Di bawahnya baru Konstitusi dan Undang-Undang. Bagaimana mungkin Pancasila bisa diubah melalui RUU HIP? UU tidak bisa mengubah dasar negara Pancasila,” ujar Ansy dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Sabtu (18/7/2020).

Ketiga pilar lainnya yaitu UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, kata politisi muda asal NTT itu, juga sangat penting dalam tatanan kenegaraan Indonesia. Dalam UUD 1945 terkandung tujuan negara Indonesia merdeka, yakni pemerdekaan dari kemiskinan, kebodohan, dan ketimpangan menuju terciptanya kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan.

“Karena itu realitas Indonesia yang plural dan multikultural harus senantiasa menjadi aset berharga yang harus dilestarikan. Pilar Bhineka Tunggal Ika harus mendesak kita untuk menjadikan perbedaan sebagai ajang yang merekatkan, bukan meretakkan. Mari terus hidupkan semangat Sumpah Pemuda 1928, di mana para pemuda berkomitmen menyatukan kebhinekaan dalam harmoni kebangsaan. Berbeda dalam persatuan, bersatu dalam perbedaan,” lanjut Ansy.

Politikus muda PDI Perjuangan tersebut mengingatkan bahaya radikalisme dan intoleransi terhadap keutuhan NKRI. Menurut Ansy, survei menunjukkan adanya perkembangan warga negara Indonesia yang terpapar radikalisme dan intoleransi. Tidak hanya menyasar masyarakat bawah, agenda radikalisme juga telah bersarang di kalangan masyarakat terpelajar, termasuk dunia kampus.

“Radikalisme kini telah menyerang kaum terpelajar, termasuk dunia kampus. Survei Setara Institute tahun 2019 menemukan banyak dosen-mahasiswa 10 perguruan tinggi negeri terkemuka terpapar radikalisme. Survei UIN Jakarta menyebut 33 persen guru setuju diadakan perang untuk pendirian negara Islam. Bahkan, survei mencatat radikalisme dan penolakan kepada Pancasila beredar di kalangan PNS dan TNI, yakni 19,4 persen PNS (2017), dan 3 persen TNI (2019),” tambahnya.

Sementara Philipus Tule menampilkan konteks NTT sebagai inspirasi untuk bergotong-royong di tengah pandemi. Konsep gotong royong yang disebut Bung Karno pada 1 Juni 1945 adalah wacana yang muncul dari pinggiran, yang salah satunya ditemukannya dalam pembuangannya di Ende-NTT. Aneka budaya NTT memiliki kekayaan narasi gotong royong yang sangat inspiratif untuk menangani berbagai dampak Covid-19.

Ahmad Atang menekankan pentingnya kehadiran negara untuk melayani masyarakat. Saat ini masyarakat membutuhkan bantuan karena banyak yang terancam kelaparan. Tindakan cepat perlu diberikan untuk membantu mereka. Indonesia sangat beruntung memiliki ideologi Pancasila dan semangat gotong royong sebagai modal sosial untuk membawa Indonesia keluar dari berbagai kesulitan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Berulang Tahun, Hasnaeni Ingin Partai Emas Membantu Rakyat

Hasnaeni berharap dapat menyejahterakan masyarakat melalui Partai Emas.

POLITIK | 18 Juli 2020

Hasto Ungkap Strategi Utama PDIP Menangi Pilkada 2020

Selain gotong royong, strategi PDIP memenangkan Pilkada 2020 adalah mewajibkan calon yang diusung mengikuti sekolah partai.

POLITIK | 17 Juli 2020

Megawati Minta Cakada Selalu Dekat dengan Rakyat

Calon Kepala Daerah yang diusung PDIP harus kokoh jaga Pancasila.

NASIONAL | 17 Juli 2020

Golkar Sudah Mantap Dukung Bobby Nasution di Medan

"Golkar sudah final mendukung Bobby Nasution. Kita tinggal mencari calon pendampingnya," kata Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia.

POLITIK | 17 Juli 2020

Soal Pilwalkot Medan, Hasto PDIP: Tunggu Tanggal Mainnya

Hasto Kristiyanto menyatakan seluruh kader harus taat pada keputusan partai dalam penentuan calon kepala daerah yang maju di Pilkada Serentak 2020.

POLITIK | 17 Juli 2020

Gibran: Pilkada di Tengah Covid-19 Bukan Sekedar Kontes Politik

Gibran Rakabuming mengatakan bahwa pilkada bukan sekedar ajang kontestasi, namun juga wahana untuk membantu serta menguatkan rakyat di tengah pandemi Covid-19.

POLITIK | 17 Juli 2020

Megawati kepada Cakada: Jangan Berleha-leha, Segera Turun ke Rakyat!

"Tolong diingat. Ini di dalam perjuangan, baru tahap pertama. Kalian baru terpilih untuk menjadi calon. Sedangkan perjuangan adalah nanti bulan Desember".

POLITIK | 17 Juli 2020

Tidak Ada Nama Bobby Nasution di Daftar Cakada PDIP

Megawati masih mempertimbangkan nama menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Afif Nasution.

POLITIK | 17 Juli 2020

Rentan Peretasan, Sistem TI KPU Dinilai Lemah

Asitech Indonesia menyarankan KPU meningkatkan infrastruktur dan sistem keamanan yang berlapis.

POLITIK | 17 Juli 2020

Mendagri: Jangan Pilih Calon yang Abaikan Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Menurut Mendagri Tito Karnavian penerapan protokol kesehatan sangat penting di masa pandemi Covid-19.

POLITIK | 17 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS