Sepakatii USMCA

Trump Sesumbar Kebijakan "Perang Dagang" Berhasil

Trump Sesumbar Kebijakan
Presiden AS Donald Trump ( Foto: AFP )
Jeanny Aipassa / JAI Selasa, 2 Oktober 2018 | 14:14 WIB

Washington - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sesumbar bahwa kebijakan "perang dagang" yang dibuatnya berhasil menekan negara-negara mitra untuk menegosiasi ulang (renegosiasi) perjanjian kerja sama perdagangan. 

Pernyataan itu, disampaikan Trump dalam jumpa pers mengenai kesepakatan dagang dengan Kanada dan Meksiko yang disebutnya sebagai Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (United State, Mexico, and Canada Agreement/USMCA) atau "NAFTA Baru".

Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai keberhasilan dari pemenuhan janji kampanyenya, dan membuktikan bahwa pemerintahannya mampu menegosiasikan kembali kesepakatan dagang dengan negara lain agar tidak merugikan AS.vKesepakatan yang menghasilkan US$ 1,2 triliun itu, dinilainya sebagai keuntungan besar bagi perekonomian AS.

“Kesepakatan ini akan menghasilkan 1,2 triliun dalam perdagangan, yang menjadikannya sebagai bisnis utama dalam sejarah Amerika Serikat,” kata Trump, dalam jumpa pers, di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, AS, Senin (1/10).

Terkait dengan pencapaian kesepakatan USMCA, Trump menyindir Kongres AS sebagai “bayi” karena menuntut administrasi Trump tidak memberlakukan kenaikan tarif impor yang dianggap dapat berimbas pada perdagangan dan perekonomian negara adikuasa itu.

“Untuk para bayi di luar sana, termasuk Kongres, yang berbicara tolong jangan mengenakan tarif, saya tegaskan, kami tidak akan berdiri di sini dan berbicara tentang kesepakatan, tanpa (membahas, Red) tarif,” ujar Trump.

Seperti diketahui, Trump telah lama menentang NAFTA, dengan menyebutnya sebagai kesepakatan perdagangan terburuk yang pernah dibuat pemerintah AS. North American Free Trade Agreement atau NAFTA adalah sebuah organisasi yang terdiri dari negara-negara Amerika Utara.

Organisasi ini didirikan pada 1994 oleh tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Trump menyebut kesepakatan baru dengan Kanada dan Meksiko, berdasarkan pada prinsip keadilan dan mendatangkan keuntungan bagi petani AS, manufaktur AS dan meningkatkan standar tenaga kerja.

“Kesepakatan NAFTA yang dulu membuat orang-orang dipecat, pabrik ditutup dan investasi pergi. Kami telah merundingkan perjanjian baru ini berdasarkan prinsip keadilan dan timbal balik. Kesepakatan baru ini akan menjadi perjanjian perdagangan paling modern, terkini dan paling seimbang dalam sejarah negara kita dengan perlindungan paling maju bagi para pekerja," kata Trump.

Para pejabat AS dan Kanada mencapai kesepakatan perdagangan baru pada Minggu (30/9) malam, tepat sebulan setelah AS menengahi perjanjian dengan Meksiko dan Trump mengancam akan mengecualikan Kanada dari perjanjian perdagangan yang baru.



Sumber: Suara Pembaruan