Sepakati USMCA, Trudeu Dinilai Gagal

Sepakati USMCA, Trudeu Dinilai Gagal
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau ( Foto: Istimewa )
Jeanny Aipassa / JAI Selasa, 2 Oktober 2018 | 14:52 WIB

Ottawa - Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, dinilai gagal karena menyepakati Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (United State, Mexico, and Canada Agreement/USMCA). Trudeau dinilai tunduk pada tekanan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Menanggapi tudingan itu, Trudeu mengatakan USMCA merupakan hasil negosiasi yang baik bagi Kanada. Dia mengakui harus berkompromi dengan tekanan administrasi Trump, namun kesepakatan yang disebut sebagai "NAFTA Baru" itu, tidak merugikan bagi Kanada.

“Seperti negosiasi penting apapun, kami harus berkompromi. Apa yang kami capai hari ini adalah yang baik bagi Kanada,” kata Trudeu, di Ottawa, Kanada, Senin (1/10). 

Trudeau dinilai gagal karena menyetujui Kesepakatan USMCA tidak menghilangkan pemberlakukan tarif impor baja dan aluminium yang telah dinaikkan Trump. Namun Trudeau berjanji akan terus bernegosiasi dengan AS agar dapat mengubah kebijakan itu bagi Kanada.

Sejumlah analis menilai, hal itu menjadi kegagalan Trudeau dalam negosiasi USMCA, karena tak mampu menghindar dari tarif impor baja dan aluminium yang diterapkan AS. Seperti diketahui, administrasi Trump telah menerapkan kenaikan tarif sebesar 25% pada baja dan aluminium yang berimbas kepada industri mobil dan onderdil kendaraan Kanada.

Pengamat memperkirakan kenaikan tarif tersebut dapat melumpuhkan produksi mobil dan membuat sekitar 250.000 orang kehilangan pekerjaan. Namun beberapa ekonom menilai kesepakatan itu tidak terlalu menyakitkan bagi Kanada dan membuka peluang untuk perdagangan dengan AS.

USMCA yang telah disepakati dianggap dapat menetralisir ancaman itu dengan secara efektif membebaskan ekspor Kanada ke AS. Dengan mengharuskan 40% suku cadang mobil berasal dari apa yang disebut pabrik-pabrik upah tinggi, USMCA memberikan peluang bagi manufaktur mobil Kanada yang berserikat.



Sumber: Suara Pembaruan