Pascagempa dan Tsunami Sulteng

AS Serahkan Bantuan Melalui USAID

AS Serahkan Bantuan Melalui USAID
Pada Selasa (2/10), tim penyelamat mencari korban gempa yang terperangkap di Hotel Roa Roa yang runtuh akibat gempa berkekuaran 7,5 Skala Ritcher yang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9).
Natasia Christy Wahyuni / JAI Rabu, 3 Oktober 2018 | 15:34 WIB

Washington - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Amerika Serikat (AS) memberikan bantuan penanggulangan pascabencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, melalui Badan Amerika Serikat untuk Pembangunan Internasional (USAID). Untuk tahap awal, AS telah menyerahkan bantuan sebesar US$ 100.000 (Rp 1,5 miliar). 

“Kami akan memberikan bantuan awal dan akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan Kedutaan Besar AS di Jakarta untuk menentukan bantuan terbaik selanjutnya,” bunyi pernyataan Kemlu AS, di Washington, Selasa (2/10).

Kedubes AS di Jakarta mengetahui adanya warga AS yang terdampak bencana, tapi tidak satu pun yang tewas atau terluka. Warga AS di Sulteng telah dievakuasi atau akan dievakuasi dari wilayah yang terdampak bencana.

Bagi warga AS di wilayah terdampak yang selamat, diminta untuk menghubungi keluarga terkasih mereka atau melakukan pembaruan status di media sosial. Sedangkan, mereka yang membutuhkan bantuan darurat diminta untuk segera menghubungi otoritas setempat.

Indonesia melalui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), telah menyatakan menolak bantuan AS dalam bentuk pasukan tentara dan kapal rumah sakit. Menurutnya, Indonesia fokus menerima bantuan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Pasalnya, karena untuk situasi tanggap darurat, ketersediaan pasukan dan logistik Indonesia cukup memadai. 

Menurut JK, pertimbangan untuk menolak kehadiran kapal rumah sakit dan pasukan tentara AS didasarkan pada pengalaman bencana tsunami Aceh. Hanya sedikit masyarakat lokal yang mau berobat ke kapal rumah sakit milit asing.

"Untuk kapal kita sudah punya. Jadi kita tolak itu (tawaran bantuan dari AS, Red)," kata JK.

Sementara itu, Malaysia juga langsung menanggapi kebutuhan bantuan Indonesia akibat gempa dan tsunami di Sulteng. Wakil Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah Wan Ismail menyatakan telah berbicara dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla melalui telepon, untuk mengirimkan tim penyelamat bencana.

“Kami menawarkan bantuan dan dikatakan (Wapres JK) kami saat ini terbuka untuk menerima bantuan dan sumbangan. Kami akan mengirimkan SMART (Tim Khusus Bantuan Bencana dan Penyelamatan Malaysia) untuk upaya pencarian dan penyelamatan,” kata Azizah.

Azizah mengatakan Malaysia juga akan memberikan sumbangan sebesar 500.000 ringgit (Rp 1,8 miliar) untuk para korban bencana.

Menurut Azizah, Badan Manajemen Bencana Nasional (Nadma) Malaysia juga sudah berkoordinasi dengan Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan pada Manajemen Bencana, Angkatan Udara Kerajaan Malaysia, dan Badan PBB untuk Tanggap Kemanusiaan di Subang Jaya.



Sumber: Suara Pembaruan