Pemilu Brasil Diikuti 13 Capres

Pemilu Brasil Diikuti 13 Capres
Tujuh dari 13 kandidat presiden Brasil, berfoto bersama sebelum debat langsung yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi nasional, diRio de Janeiro, Kamis (4/10). Kiri-kanan: Henrique Meirelles dari Partai Gerakan Demokratis, Alvaro Dias dari Partai Podemos, Ciro Gomes dari Partai Buruh Demokrat, Guilherme Boulos dari Sosialisme dan Partai Liberty, Geraldo Alckmin dari Partai Sosial Demokrat, Marina Silva dari Partai Jaringan Keberlanjutan, dan Fernando Haddad dari Partai Pekerja. ( Foto: Dok SP )
Jeanny Aipassa / JAI Jumat, 5 Oktober 2018 | 15:21 WIB

Rio de Janeiro - Brasil akan  menggelar pemilihan umum (pemilu) pada 7 Oktober 2018, yang diikuti oleh 13 calon presiden (capres).

Hampir 147 juta warga Brasil akan memberikan hak suara mereka saat Pilpres digelar pada Minggu (7/10), ditengah krisis politik pascahukuman pengadilan kepada mantan Presiden Brasil, Lula da Silva.

Sejauh ini, Lula selalu memimpin perolehan suara dalam jajak pendapat, namun sejak dinyatakan sebagai tersangka kasus korupsi dan diadili, Lula dilarang aktif di peta perpolitikan Brasil. Pada 1 September 2018, Mahkamah Agung memutuskan menghukum Lula dengan 12 tahun pernjara, terhitung mulai 1 Oktber.

Banyaknya capres diperkirakan akan membuat tidak ada kandidat presiden yang meraih suara mayoritas, sehingga pemilu diperkirakan akan digelar dalam dua tahapan.

Pengamat mengatakan, pemilu Brasil kali ini merupakan yang paling terpolarisasi selama tiga dekade. Pasalnya, jumlah capres yang mencapai 13 orang akan membuat suara terpecah dan tidak ada kandidat yang meraih suara mayoritas.

Ke-13 kandidat presiden Brasil yang akan bertarung di pemilu pada 7 Oktober adalah Henrique Meirelles dari Partai Gerakan Demokratis, Alvaro Dias dari Partai Podemos, Ciro Gomes dari Partai Buruh Demokrat, serta Guilherme Boulos dari Partai Liberty dan Sosialisme Geraldo Alckmin dari Partai Sosial Demokrat.

Kandidat presiden lainnya adalah Jair Bolsonaro dari Partai Sosial Liberal (PSL) yang disebut menjadi capres paling populer, kemudian Marina Silva dari Partai Jaringan Keberlanjutan, Fernando Haddad dari Partai Pekerja.

 



Sumber: Suara Pembaruan