Pentagon Bantah Mattis Akan Mundur

Pentagon Bantah Mattis Akan Mundur
Juru Bicara Departemen Pertahanan AS (Pentagon), Kolonel Angkatan Darat, Rob Manning. ( Foto: Istimewa )
Jeanny Aipassa / JAI Senin, 15 Oktober 2018 | 15:30 WIB

Washington - Juru Bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon), Rob Manning, membantah kabar yang menyebutkan Menteri Pertahanan, James Mattis, kemungkinan akan mundur dari jabatannya. 

Menurut dia, Mattis tidak pernah mengindikasikan akan mundur dan tetap fokus melaksanakan tugasnya. "Sekretaris Mattis berfokus pada pekerjaannya untuk memastikan militer AS tetap menjadi kekuatan paling mematikan di planet ini,” kata Manning,seperti dikutip The Washington Post, Amerika Serikat (AS), Minggu (14/10).

Menurut dia, dalam beberapa minggu terakhir, Mattis telah memberi tahu pejabat di Pentagon bahwa dia tidak memiliki rencana untuk mengundurkan diri.

Hal itu disampaikannya, ketika sejumlah pejabat Pentagon mengungkapkan kekhawatiran terkait komentar Trump yang menyudutkan Mattis.

Sumber di Pentagon mengungkapkan ada kekhawatiran bahwa Mattis akan didesak mundur hanya dengan pernyataan Trump di publik, sama seperti yang dialami Letnan Jenderal HR McMaster, yang dipecat dari jabatannya sebagai Penasihat Keamanan Nasional, pada April 2018.

Gambaran tentang sikap Mattis yang berseberangan dengan Trump, juga diulas dalam buku "Ketakutan: Trump di Gedung Putih" hasil karya Bob Woodward, yang diterbitkan bulan lalu. Dalam buku itu, digambarkan bahwa Mattis tidak sejalan dengan Gedung Putih, namun Mattis menanggapinya dengan mengatakan bahwa buku itu hanya “fiksi”.

Manning mengatakan, Mattis tetap fokus menjalankan tugasnya, dan tidak terusik dengan kabar burung tentang rencana pengunduran dirinya. Pada Senin (15/10), Mattis akan mengadakan kunjungan selama seminggu ke Asia Tenggara, tepatnya ke Vietnam dan Singapura. 

Sebelumnya, Presidenn AS, Donald Trump, mengindikasikan Mattis bisa jadi mundur dari jabatannya, seiring dengan penguduran diri beberapa pejabat di kabinet pemerintahannya. Trump mengatakan hal itu, saat diwawancara dalam acara "60 Minutes" yang ditayangkan di Stasiun CBSN, Minggu.



Sumber: Suara Pembaruan