Pembunuhan Khashoggi

Trump Minta Turki Berikan Bukti Rekaman

Trump Minta Turki Berikan Bukti Rekaman
Presiden AS Donald Trump. ( Foto: AFP )
Unggul Wirawan / JAI Kamis, 18 Oktober 2018 | 14:45 WIB

Washington - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan pihaknya telah meminta Turki memberikan bukti rekaman pembunuhan jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

"Amerika telah meminta Turki untuk memberikan rekaman audio yang disebut sebagai bukti kuat bahwa Jamal Khashoggi tewas di dalam Konsulat Arab Saudi," kata Trump, di Gedung Putih, Washington, AS, Rabu (17/10).

Trump mengatakan, dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi, yang menghilang setelah mengunjungi konsulat Saudi, di Istanbul pada 2 Oktober.

AS tidak yakin soal tudingan Turki dugaan pembunuhan Khashoggi di Konsulat Arab Saudi, di Istanbul, Turki, sebelum mendapat bukti kuat.

"Kami telah memintanya, jika ada. Saya belum yakin bahwa itu ada, mungkin ada, mungkin tidak," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Washington, Rabu.

Dia membantah bahwa dirinya berusaha menutupi perbuatan aib Arab Saudi, seiring dugaan adalnya keterlibatan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, dalam kasus tersebut.

"Tidak, tidak sama sekali, saya hanya ingin mencari tahu apa yang terjadi," dalihnya.

Trump mengharapkan laporan dari Menteri Luar Negeri Mike Pompeo yang baru saja ke Arab Saudi dan Turki. Presiden menjanjikan kebenaran akan muncul "pada akhir minggu ini".

Sebelumnya, Trump mengkritik kecaman global yang meningkat dengan cepat pada Arab Saudi atas misteri hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi. Dia memperingatkan penilaian itu terlalu terburu-buru dan mengulang permintaan Saudi untuk bersabar pada proses penyelidikan.

Keberadaan bukti audio suara Khashoggi yang dikenal sebagai kritikus pemimpin Saudi, telah diungkapkan oleh penyelidik Turki sejak awal penyelidikan mereka. Laporan di media Turki memberikan rincian mengerikan tentang apa yang dikatakan sebagai menit terakhir kematian Khashoggi. Hal ini yang mendorong Arab Saudi mengirim tim penyidik ke Turki



Sumber: Suara Pembaruan