Pengamat: Pemilu AS Diwarnai Isu Perpecahan

Pengamat: Pemilu AS Diwarnai Isu Perpecahan
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. ( Foto: Dok SP )
Jeanny Aipassa / WIR Rabu, 7 November 2018 | 15:16 WIB

Washington- Para pengamat mengatakan, pemilu sela Amerika Serikat tahun 2018, diwarnai sejumlah isu yang menimbulkan perpecahan tajam di antara para pemilih. Hal itu dipicu oleh isu Rasis yang digaungkan Presiden AS, Donald Trump, yang membuat kalangan kulit putih dan menengah ke atas menjadi warga yang diutamakan.

Seperri dilaporkan CNN, sekitar 40% pendukung Partai Republik mengatakan suara mereka bertentangan dengan Presiden Trump. Dua pertiga pemilih mengatakan bahwa mereka memutuskan bagaimana menentukan pilihan sebulan sebelum pemilihan. Sisanya bahkan memutuskan menentukan pilihan pada minggu terakhir menjelang pemilu sela.

Namun sejumlah pengamat menilai Presiden Trump dengan konroversi yang dibuatnya, tetap mampu memberi kontribusi bagi Partai Republik karena mengobarkan dukungan pendukung fanatik, melalui isu ekonomi, imigrasi, dan kriminal.

Hubungannya dengan para pendukungnya yang paling setia begitu kuat, sehingga beberapa pakar percaya dia mampu melakukan kejutan dalam pemilu sela untuk mempertahankan suara mayoritas Partai Republik yang akan mengamankan pemerintahannya.

Di luar perkiraan, pemilih muda juga menunjukkan partisipasi yang tinggi dalam pemilu sela tahun ini. Selama beberapa dekade, pemilih yang lebih tua telah mendominasi pemilu.

Tapi pemungutan suara awal menunjukkan pemilih berusia 18 hingga 29 tahun telah meningkat secara dramatis di beberapa negara bagian dengan isu rasis yang tinggi, antara lain Arizona, Florida, Georgia, Illinois, Nevada dan Texas.



Sumber: Suara Pembaruan