Demokrat Kuasai DPR Amerika, Republik Kuasai Senat

Demokrat Kuasai DPR Amerika, Republik Kuasai Senat
Politikus Partai Demokrat Amerika Serikat Nancy Pelosi (kiri) dan anggota DPR Ben Ray Lujan merayakan kemenangan Partai Demokrat di perebutan kursi DPR, 7 Nov. 2018. Pelosi diperkirakan akan kembali menjadi ketua DPR setelah kemenangan Demokrat dalam pemilu sela. ( Foto: AFP )
Heru Andriyanto / HA Rabu, 7 November 2018 | 16:17 WIB

Washington - Partai Demokrat berhasil merebut kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat setelah dilakukan pemilu sela Selasa (6/11) kemarin yang menjadi pukulan bagi Presiden Donald Trump dari Partai Republik.

Namun demikian, Partai Republik tetap menguasai kursi mayoritas di Senat atau upper chamber dalam Kongres Amerika. Hal itu akan membuat Trump aman dari kemungkinan dilakukannya pemakzulan atau impeachment.

Di pihak lain, DPR yang dikuasai Demokrat bisa melancarkan beragam investigasi atas kepemimpinan Trump selama ini.

Setelah pemungutan suara selesai dilakukan di wilayah Pantai Barat AS, Trump langsung berkomentar di Twitter memuji kinerja partainya.

Namun, proyeksi hasil pemungutan suara menunjukkan bahwa Demokrat akan mengambil alih DPR untuk pertama kali dalam delapan tahun, mengembalikan keseimbangan kekuatan setelah Trump menikmati dukungan mayoritas Partai Republik di Senat dan DPR dalam dua tahun pertamanya sebagai presiden.

Demokrat akan merebut setidaknya 26 kursi DPR dari kubu Republik berkat dukungan suara dari pemilih perempuan kulit putih di sejumlah negara bagian yang menjadi ajang pertarungan sengit dua partai itu, seperti Pennsylvania.

Petinggi Demokrat Nancy Pelosi, yang tampaknya akan kembali menjadi ketua DPR meskipun ada perlawanan dari sejumlah orang di partainya, berjanji bahwa Demokrat akan menjadi mitra tanding sekaligus mitra kerja Trump.

"Hari ini bukan hanya soal Demokrat dan Republik. Ini soal memulihkan kembali mekanisme checks and balances terhadap pemerintahan Trump," kata Pelosi dalam jumpa pers.

"Kongres yang demokratis akan bekerja mencari solusi dan menyatukan kita kembali, karena kita semua sudah muak dengan perpecahan."

Dengan kemenangan ini, Demokrat sekarang bisa melancarkan investigasi atas tuduhan intervensi Rusia dalam pilpres 2016.

Pemilu hari Selasa memberi sejumlah hasil bersejarah bagi Demokrat. Sharice Davids -- seorang pengacara dan mantan petarung mixed martial arts (MMA) -- menjadi wanita Indian pertama yang terpilih masuk Kongres.

Lalu seorang pengungsi asal Somalia, Ilhan Omar, dan putri imigran Palestina, Rashida Tlaib, juga mnejadi Muslimah pertama yang masuk Kongres.

Di Senat, Republik diproyeksikan memenangi pemilihan senator di sejumlah negara bagian yang dulu dimennagi Trump -- Florida, Indiana, Missouri dan North Dakota.



Sumber: AFP