Jumpa Pers, Empat Kali Trump Marahi Wartawan

Jumpa Pers, Empat Kali Trump Marahi Wartawan
Jim Acosta
Jeanny Aipassa / JAI Kamis, 8 November 2018 | 15:04 WIB

Washington - Dalam jumpa pers solo di Gedung Putih, Rabu (7/11), terhitung sebanyak empat kali Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memarahi wartawan. Hal itu, semakin memamerkan hubungannya yang “tidak akur” dengan media massa.

Trump sama sekali tidak menutupi ketidaksukaannya terhadap media massa. Dalam jumpa pers tersebut, Trump berulang kali mengeluh telah diperlakukan tidak adil oleh pemberitaan pers yang disebutnya "palsu".

Wartawan pertama yang dimarahi Trump adalah Kepala Koresponden CNN untuk Gedung Putih, Jim Acosta. Trump memarahi Acosta setelah bertanya tentang gelombang migran dari Amerika Tengah yang hendak masuk ke AS.

"Jujur, saya pikir Anda harus membiarkan saya menjalankan negara dan Anda menjalankan CNN," kata Trump.

Acosta kemudian mengajukan pertanyaan lainnya, namun Trump mengatakan "sudah cukup". Ketika Acosta terus mengajukan pertanyaan terkait penyelidikan terhadap dugaan interfensi Rusia dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2016, saat itulah Trump memerintahkan staf magang yang bertugas memberikan mikrofon kepada wartawan yang bertanya untuk mengambil mikrofon dari Acosta.

Trump sempat kesal dan meninggalkan podium, kemudian berbalik ke mikrofon dan mengatakan kepada Acosta bahwa dia adalah seorang yang sangat kasar. "Saya rasa CNN akan malu memiliki wartawan seperti Anda. Anda adalah orang yang kasar. Anda seharusnya tak bekerja untuk CNN," ujar Trump.

Trump kemudian memberikan kesempatan jurnalis dari NBC, Peter Alexander, untuk bertanya. Namun, Alexander malah membela Acosta dan mengatakan bahwa jurnalis CNN itu sebenarnya hebat. Menanggapi itu, Trump mengatakan, " "Ya, saya juga bukan penggemar Anda, sejujurnya."

Trump kemudian membentak wartawan ketiga yang mencoba mengajukan pertanyaan, meskipun tidak diberi mikrofon oleh petugas. "Duduklah, Saya tidak memanggilmu," kata Trump.

Dia juga memarahi seorang reporter perempuan berkulit hitam, yang bertanya tentang label "nasionalis" yang digaungkan Trump, tapi sebenarnya mengarah pada supremasi kulit putih. "Itu pertanyaan rasis," ujar Trump.

Seusai konferensi pers, Juru Bicara Gedung Putih, sarah Sanders, mengumumkan bahwa izin Acosta untuk memasuki Gedung Putih telah ditangguhkan untuk waktu yang belum ditentukan.

Menurut Sanders, izin tersebut dicabut karena Acosta telah bertindak kasar kepada seorang perempuan yang menjadi petugas untuk membawa mikrofon kepada wartawan yang bertanya dalam jumpa pers dengan Trump.

Pernyataan Sanders itu langsung mendapat kritikan wartawan yang menyebut hal itu sebagai “sebuah kebohongan”. Para wartawan yang duduk berdekatan dengan Acosta menyatakan Acosta tidak melakukan tindakan kasar seperti yang dituduhkan Sanders.



Sumber: Suara Pembaruan