Jadi Jaksa Agung AS, Demokrat Peringatkan Whitaker

Jadi Jaksa Agung AS, Demokrat Peringatkan Whitaker
Matthew G. Whitaker ( Foto: Istimewa )
Jeanny Aipassa / JAI Kamis, 8 November 2018 | 15:33 WIB

Washington - Penunjukkan Matthew G. Whitaker sebagai Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) yang baru menggantikan Jeff Sessions, menuai kritikan. Partai Demokrat bahkan memperingatkan Whitaker untuk tetap melanjutkan penyelidikan dugaan interfensi Rusia dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2016 yang sedang dilakukan Departemen Kehakiman AS.

Partai Demokrat menduga penunjukkan Whitaker sebagai Jaksa Agung sarat kepentingan politik Trump yang ingin megintervensi penyelidikan dugaan campur tangan Rusia di Pilpres AS 2016 yang sedang ditangani penyidik khusus Robert Mueller dan Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein.

"Kongres harus mengambil langkah menyeluruh untuk memastikan integritas penyelidikan Penyidik Khusus Mueller," ujar Steny Hower, anggota Kongres AS dari Partai Demokrat.

Dia juga memperingatkan Whitaker sebagai pengganti Sessions untuk tidak membatasi dan mengawasi penyelidikan Mueller. Hal itu, terkait dengan komentar Whitaker sebelumnya yang secara nyata meremehkan penyelidikan Mueller.

“Mengingat kometar dia sebelunya yang berusaha membatasi penyelidikan Mueller, Whitaker harus melepaskan diri dari pengawasan terhadap penyelidikan intervensi Rusia selama menjabat sebagai Jaksa Agung,” kata Hower.

Hal senada juga disampaikan calon Ketua Komite Kehakiman Dewan Perwakilan AS, Jerrold Nadler. Menurut dia, jika Trump sampai mencampuri penyelidikan Rusia, maka akan ada konsekuensi keras.

"Donald Trump mungkin berpikir ia memiliki kuasa untuk mempekerjakan dan memecat siapa pun yang ia mau, tapi ia tak bisa melakukan itu untuk melanggar supremasi hukum dan mengganggu keadilan. Jia ia melakukan itu, akan ada konsekuensi," kata Nadler.

Dalam sebuah pernyataan, Whitaker mengatakan akan memimpin Departemen Kehakiman secara adil dengan standar etika yang tinggi. Pengumuman tersebut, disampaikan Whitaker tak lama setelah cuitan Trump mengenai pemecatan Sessions.

“Merupakan kehormatan sejati bahwa Presiden memiliki keyakinan atas kemampuan saya untuk memimpin Departemen Kehakiman sebagai Jaksa Agug. Saya berkomitmen untuk memimpin Departemen secara adil dengan standar etika yang tinggi, yang menjunjung tinggi aturan hukum dan mencari keadilan untuk semua orang Amerika,” kata Whitaker.



Sumber: Suara Pembaruan