Soal Perjanjian Nuklir, AS Ultimatum Rusia

Soal Perjanjian Nuklir, AS Ultimatum Rusia
Satu sistem rudal balistik antarbenua Rusia RS-24 melintas di Lapangan Merah di kota Moskwa saat parade militer Hari Kemenangan Mei 2015. ( Foto: AFP / Getty Images / KIRILL KUDRYAVTSEV )
Jeanny Aipassa / WIR Rabu, 5 Desember 2018 | 19:46 WIB

Washington-Amerika Serikat (AS) mengancam siap meninggalkan perjanjian nuklir dengan Rusia atau Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) yang ditandatangani kedua negara pada 1987. AS memberi waktu 60 hari bagi Rusia untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir yang dilarang dalam perjanjian itu.

“Dalam 60 hari ke depan, Rusia harus menunjukkan bahwa mereka patuh, jika tidak Amerika Serikat siap menarik diri dari perjanjian INF,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Mike Pompeo, dalam pertemuan Menlu NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara), di Brussels, Belgia, Selasa (4/12).

Perjanjian INF, yang ditandatangani pada 1987 antara Presiden AS, Ronald Reagan, dan pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, melarang pengembangan dan penyebaran rudal-rudal berujung nuklir. Perjanjian tersebut memaksa AS dan Rusia membongkar lebih dari 2.500 rudal dengan jarak 310 mil hingga 3.420 mil dari gudang senjata mereka.

Melalui perjanjian itu, rudal-rudal berujung-nuklir telah dibuang dari benua Eropa selama 30 tahun terakhir. Namun menurut Pompeo, Rusia telah melanggar Perjanjian INF dengan mengembangkan beberapa batalyon rudal SSC-8 dalam beberapa tahun terakhir.

Pompeo mengatakan, pelanggaran yang dilakukan Rusia tersebut, mengikis pengendalian senjata yang efektif antarkedua negara, dan mengancam keamanan Eropa yang menjadi sekutu AS, mengingat daya jelajah rudal SSC-8 yang menjangkau seluruh Eropa.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE