13 WN Kanada Ditahan Tiongkok

13 WN Kanada Ditahan Tiongkok
Meng Wanzhou, kepala eksekutif keuangan Huawei, hadir dalam sebuah seminar di Mokswa, 2 Oktober 2014. ( Foto: AFP )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 5 Januari 2019 | 21:48 WIB

Toronto- Pemerintah Kanada menyatakan 13 warga negaranya telah ditahan di Tiongkok. Penahanan itu terjadi sejak Chief Financial Officer Huawei Technologies Meng Wanzhou ditangkap bulan lalu di Vancouver atas permintaan Amerika Serikat (AS)). Pada Sabtu (5/1), delegasi Kanada tiba di Tiongkok tapi tidak membawa agenda pembebasan.

Rombongan yang terdiri dari dua senator dan empat anggota parlemen Kanada tiba di Shanghai, Tiongkok pada Sabtu. Para anggota parlemen akan bertemu dengan pembuat kebijakan, legislator dan organisasi warga setempat di Shanghai dan Shenzhen.

Misi parlementer ini tidak membawa agenda pembahasan soal penahanan WN Kanada. Meskipun demikian, senator yang memimpin delegasi tidak menampik kemungkinan pembahasan itu akan muncul. Dikatakan, kunjungan ini merupakan kunjungan balasan rekan-rekan delegasi Tiongkok dari Asosiasi Legislatif Kanada-Tiongkok yang melakukan kunjungan beberapa minggu lalu. Kini Kanada membalas kunjungan itu.

Pada Kamis (3/1), Kanada menyatakan setidaknya delapan dari 13 orang itu telah dibebaskan. Tetapi penahanan itu sebelumnya tidak mengungkapkan tuduhan apapun.

Sebelum pernyataan Kamis (3/1), penahanan yang diumumkan Tiongkok ke publik hanya dialami tiga warga negara Kanada. Ketegangan diplomatik antara Kanada dan Tiongkok telah meningkat sejak penangkapan Meng pada 1 Desember.

Pemerintah Kanada telah menyatakan beberapa kali pihaknya tidak melihat hubungan eksplisit antara penangkapan Meng, putri pendiri Huawei, dan penahanan warga Kanada.

Namun para diplomat Barat dan mantan diplomat Kanada yang bermarkas di Beijing meyakini penahanan itu adalah pembalasan "tit-for-tat" dari Tiongkok.



Sumber: Suara Pembaruan