Parlemen Venezuela Tolak Jabatan Presiden Maduro

Parlemen Venezuela Tolak Jabatan Presiden Maduro
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. ( Foto: ist )
Heru Andriyanto / HA Minggu, 6 Januari 2019 | 02:54 WIB

Caracas - Parlemen Venezuela atau majelis Nasional yang dikuasai oposisi menyatakan kepresidenan Nicolas Maduro tidak sah, Sabtu (5/1) waktu setempat, dan menyerukan agar militer mendukung upaya-upaya memulihkan demokrasi.

"Kami tegaskan (kemenangan) Nicolas Maduro tidak sah," kata ketua Majelis Nasional Juan Guaido yang baru saja dilantik, di sesi awal masa sidang.

"Mulai 10 Januari, dia akan menguasai kepresidenan secara tidak sah dan konsekuensinya Majelis Nasional akan menjadi satu-satunya perwakilan rakyat yang sah."

Maduro dijadwalkan dilantik Kamis (10/1) sebagai presiden untuk masa jabatan kedua selama enam tahun sesuai hasil pemilu yang kontroversial pada 20 Mei.

Pemilu tersebut diboikot oleh sebagian besar kelompok oposisi dan dikecam oleh masyarakat internasional.

Jumat lalu, para menteri luar negeri dari 12 negara Amerika Latin dan Kanada mengumumkan di Lima, Peru, bahwa pemerintah mereka tidak akan mengakui Maduro sebagai presiden jika dia tetap berkeras untuk berkuasa, dan mendesak dia untuk menyerahkan kekuasaan pada Majelis Nasional.

Guaido, dalam pidato yang dihadiri oleh para anggota parlemen dan para diplomat, menyatakan bahwa rantai komando militer telah rusak atau disusupi, tetapi dia tetap meminta militer untuk mendukung pulihnya demokrasi di negara tersebut.

Dia juga berjanji melakukan transisi pemerintahan dan menggelar pemilu yang bebas.



Sumber: AFP
CLOSE