Wajah Baru Calon Presiden AS

Wajah Baru Calon Presiden AS
Pendukung anti-Brexit memegang plakat yang salah satunya bertuliskan "The Best Deal is With EU"(kesepakatan terbaik adalah dengan Uni Eropa, Red), berdemonstrasi di seberang Gedung Parlemen di London, Senin (21/1). ( Foto: Dok SP )
Jeanny Aipassa / JAI Selasa, 22 Januari 2019 | 16:00 WIB

Washington - Sejumlah wajah baru mulai bermunculan untuk pencalonan presiden dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Amerika Serikat (AS) Tahun 2020. Salah satunya adalah Kamala Harris (54), senator Partai Demokrat dari California.

Pada Senin, Harris menjadi politisi pertama yang mengumumkan kesiapannya untuk menjadi calon presiden Partai Demokrat dalam Pemilu 2020.

“Saya mencalonkan diri sebagai kandidat presiden Amerika Serikat. Dan aku sangat gembira tentang hal itu,” katanya.

Harris menggambarkan dirinya sebagai pejuang keadilan dan kesetaraan. Dia juga mengangkat soal kesopanan yang perlu diutamakan dalam bertutur kata dan bersikap, karena hal itu merupakan nilai-nilai yang dihargai orang Amerika.

“Masa depan negara kita bergantung pada Anda dan jutaan orang lainnya yang mengangkat suara kami untuk mempejuangkan tegaknya kembali nilai-nilai Amerika,” kata Harris.

Dalam siaran ABC “Good Morning America”, Harrus yang sebelumnya berprofesi sebagai jaksa penuntut umummengatakan bahwa dia akan berupaya menjaga orang-orang tetap aman karena dilindungi oleh hukum.

Harris meluncurkan tawaran kepresidenannya ketika negara itu mengamati apa yang akan menjadi ulang tahun ke 90 Martin Luther King Jr, pemimpin hak-hak sipil yang dibunuh. Harris adalah warga AS keturunan Jamaika dan India.

Selain Harris, beberapa tokoh muda juga dikabarkan sedang dilirik Partai Republik untuk menarik pendukung dalam Pemilu 2020. Sejumlah pengamat menilai bahwa Pemilu AS 2020 akan menjadi pertarungan wajah-wajah baru karena Partai Republik enggan mencalonkan Trump kembali.