Ikuti Jejak AS

Kanada Bantu Rakyat Venezuela US$ 53 Juta

Kanada Bantu Rakyat Venezuela US$ 53 Juta
Relawan “Christian Church”, mengambil tes darah seorang anak lelaki asal Veneuela, di Sekolah La Frontera, La Parada, Kolombia, yang berbatasan dengan Venezuela, Selasa (5/2). Akibat krisis di Venezuela, anak-anak melintasi perbatasan setiap hari untuk bersekolah di Kolombia. ( Foto: Dok SP )
Jeanny Aipassa / JAI Kamis, 7 Februari 2019 | 15:37 WIB

Ottawa, Beritasatu.com - Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengumumkan bantuan senilai US$ 53 juta atau sekitar Rp 745 miliar untuk rakyat Venezuela di bawah pemerintahan pemimpin oposisi, Juan Guaido.

Justin Trudeau juga mengutuk kediktatoran Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan mendesak negara-negara memberikan bantuan kepada rakyat Venezuela untuk menghindari terjadinya krisis kemanusiaan.

"Kami tahu bahwa orang-orang Venezuela menghadapi kesulitan yang luar biasa dan mereka membutuhkan bantuan kami, seperti halnya negara-negara yang telah mengambil dalam kekerasan yang melarikan diri," kata Justin Trudeau sebelum melakukan pertemuan tertutup dengan utusan negara-negara Uni Eropa, di Ottawa, Rabu (6/2).

Bantuan yang diberikan Kanada tersebut, menindaklanjuti pernyataan Justin Trudeau yang mengakui Juan Guaido sebagai presiden Venezuela. Kanada mengikuti jejak Amerika Serikat (AS) yang telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Venezuela melalui Kolombia, sebagai bentuk dukungan kepada pemerintahan oposisi Venezuela.

Sementara itu, sekitar 13 negara anggota Uni Eropa (UE), secara resmi menyatakan dukungan diplomatik kepada pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, dan siap memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Venezuela, seperti yang telah dilakukan Amerika Serikat (AS).

Pada Selasa (5/2), sejumlah negara anggota UE, yakni Swedia, Denmark, Austria, belanda, Finlandia, Estonoa, Latvia, Lithuania, Republik Cek, Liksemburg, Polandia dan Portugal, mengumumkan mendukung pemerintahan presiden sementara venezuela, Juan Guaido.

Sebelumnya pada Minggu (3/2), Spanyol, Jerman, Prancis dan Inggris secara terbuka mengumumkan mendukung pemerintahan presiden sementara Venezuela, Juan Guaido, dan menyerukan Presiden Nicolas Maduro mundur dari jabatannya.

Utusan ke-13 negara UE tersebut, menghadiri pertemuan tertutup di Kanada untuk membahas langkah-langkah lebih lanjut membantu pemerintahan oposisi dan menekan Presiden Nicolas Maduro.

Saat ini, terhitung 38 negara telah mengakui pemerintahan Presiden Venezuela sementara, Juan Guaido. dari jumlah tersebut, 16 diantaranya berasal dari Eropa, yakni 13 negara anggota UE dan tiga negara non-UE , yakni Kosovo, Islandia dan Albania.

Koalisi AS dan negara-negara Barat telah meminta militer Venezuela untuk mengizinkan makanan dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan melintasi perbatasan dan menunjukkan kesetiaan mereka kepada Guaido. Mereka juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan.

Nicolas Maduro tidak menunjukkan tanda-tanda mengalah dan menyerang balik dengan menyebut UE menerima perintah dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang ingin mengkudeta pemerintahannya.

Namun dia berhenti memutuskan hubungan diplomatik dengan 16 negara UE yang mengakui pemerintahan Juan Guaido, tidak seperti langkah cepatnya untuk memutuskan hubungan dengan AS setelah melemparkan dukungannya kepada Juan Guaido, bulan lalu.



Sumber: AP/Bloomberg/J-9