Trump Resmi Akui Dataran Tinggi Golan Milik Israel

Trump Resmi Akui Dataran Tinggi Golan Milik Israel
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (duduk), menunjukkan dokumen pengakuan terhadap Dataran Tinggi Golan sebagai milik Israel yang ditandatanganinya, sambil disaksikan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (berdiri, tengah), di Gedung Putih, Washington, Senin (25/3). ( Foto: Istimewa )
Jeanny Aipassa / WIR Selasa, 26 Maret 2019 | 11:41 WIB

Washington, Beritasatu.com- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, resmi mengakui Dataran Tinggi Golan, sebagai milik Israel. Pengakuan resmi tersebut ditandatangani Trump dan diserahkan langsung kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang berkunjung ke Gedung Putih, Senin (25/3/2019).

“Ini adalah momen yang lama ditunggu. Seharusnya ini sudah terjadi beberapa dekade yang lalu,” kata Donald Trump seusai menandatangani surat pengakuan tersebut.

Benjamin Netanyahu menyampaikan terima kasih atas dukungan Donald Trump dan menyebut tindakan tersebut sebagai tindakan bersejarah yang membuktikan bahwa AS berdiri bersama Israel untuk mempertahankan diri dan menjamim keamanan negara itu.

Pengakuan Donald Trump tersebut diyakini menjadi dukungan kepada Benjamin Netanyahu dalam pemilihan umum Israel yang akan berlangsung April 2019. Pertemuan keduanya sekaligus memperkuat kerja sama AS dan Israel.

Kekompakan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu terihat dari dasi berwarna merah dari bahan sutra yang sama yang mereka gunakan. Keduanya juga saling menyebut nama panggilan sayang dan saling memuji.

Donald Trump memanggil Benjamin Netanyahu dengan nama “Bibi” dan menyebutnya sebagai orang istimewa. Sedangkan Benjamin Netayahu menyebut Donald Trump sebagai “teman baik”.

Benjamin Netanyahu awalnya dijadwalkan berkunjung ke AS selama dua hari dan akan melakukan jamuan makan malam bersama Donald Trump pada Selasa (26/3/2013). Namun Benjamin Netanyahu kemudian mengumumkan dirinya harus segera kembali ke Israel setelah sebuah roket ditembakkan dari Gaza ke Ibukota Israel, Tel Aviv, pada Senin siang waktu setempat.



Sumber: Suara Pembaruan