Trump Minta Rusia Angkat Kaki dari Venezuela

Trump Minta Rusia Angkat Kaki dari Venezuela
Presiden AS Donald Trump bicara kepada wartawan setelah pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam, 28 Feb. 2019. ( Foto: AFP )
Jeany Aipassa / JAI Kamis, 28 Maret 2019 | 13:18 WIB

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, meminta militer Rusia angkat kaki dari Venezuela, pascalaporan masuknya sejumlah pesawat militer Rusia ke negara itu pada akhir pekan lalu.

Menurut Trump, keterlibatan Rusia memperumit krisis di Venezuela. AS akan mengambill tindakan tegas, jika Rusia tidak segera keluar dari negara itu.

“Rusia harus keluar. Jika Rusia tidak meninggalkan Venezuela, kita akan lihat. Semua opsi terbuka,” kata Donald Trump, dalam jumpa pers di Gedung Putih, Washington, AS, Rabu (27/3/2019).

Donald Trump mengatakan, peringatannya agar Rusia keluar dari Venezuela telah disampaikan kepada penasihat keamanan nasional, John Bolton, juga utusan AS di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kedatangan pesawat Rusia ke Venezuela dinilai sebagai tindakan provokatif dan ancaman bagi oposisi di negara itu.

Pernyataan senada juga disampaikan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pence. Menurut Mike Pence, kedatangan pesawat-pesawat militer Rusia ke Venezuela pada akhir pekan lalu, dapat memperuncing masalah politik di negara itu.

Mike Pence menegaskan, AS dan 50 negara yang telah mengakui pemimpin Oposisi, Juan Guaido, sebagai presiden sementara Venezuela, tidak akan tinggal diam atas intervensi yang dilakukan Rusia untuk mendukung rezim Presiden Nicolas Maduro.

“AS memandang kedatangan pesawat militer Rusia akhir pekan lalu sebagai provokasi yang tidak disukai dan kami menyerukan agar Rusia menghentikan semua dukungan untuk rezim Presiden Nicolas Maduro, dan mendukung Juan Guaido seperti yang dilakukan negara-negara di seluruh dunia hingga krisis (Venezuela) dipulihkan,” kata Mike Pence.

Rusia dan Tiongkok menentang deklarasi AS yang menyatakan Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. Kedua negara komunis itu mengakui Presiden Nicolas Maduro sebagai pemimpin sah Venezuela sesuai hasil pemilihan.

Komitmen Rusia untuk mendukung Venezuela sudah ditunjukkan ketika pada Desember 2018, Rusia menyetujui untuk merestrukturisasi pembayaran utang Venezuela sebesar US$ 3,15 miliar. Venezuela juga berutang kepada Tiongkok, penyedia layanan minyak, maskapai penerbangan dan banyak entitas lainnya.

Pada akhir pekan lalu, di saat krisis Venezuela semakin meruncing dan membuat negara itu dilanda pemadaman listrik nasional, Rusia mendatangkan pesawat militer yang tiba di Bandara Internasional Simon Bolivar, Sabtu (23/3/2019).

Menurut sumber pemerintah Venezuela, militer Rusia datang untuk berkonsultasi tentang kerja sama teknis-militer. Kedatangan tersebut bukan tiba-tiba atau untuk tujuan yang misterius karena berkaitan dengan pelaksanaan kontrak kerja sama militer yang ditandatangani oleh Venezuela dan Rusia bertahun-tahun lalu.

Namun AS berpendapat lain mengenai kedatangan pesawat milliter Rusia ke Venezuela. Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Robert Paladino, menyampaikan pernyataan bahwa AS tidak akan tinggal diam dengan masuknya personel militer Rusia ke Venezuela untuk mendukung rezim Presiden Nicolas Maduro.

“Dukungan Rusia kepada rezim Maduro berisiko memperpanjang penderitaan rakyat Venezuela yang sangat mendukung perubahan pemerintahan di negara itu agar keluar dari krisis berkepanjangan,” ujar Robert Paladino.



Sumber: Al Jazeera/CNN/Suara Pembaruan