Dikecam, Sanksi Global AS Atas Minyak Iran

Dikecam, Sanksi Global AS Atas Minyak Iran
Foto dokumentasi pada 12 Maret 2017 ini memperlihatkan satu kapal tanker Iran yang berlabuh di platform fasilitas minyak di Pulau Khark, di pantai Teluk. ( Foto: AFP / ATTA KENARE )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 23 April 2019 | 19:51 WIB

Teheran, Beritasatu.com- Tiongkok menolak keputusan Amerika Serikat (AS) untuk memperluas tindakan keras terhadap ekspor minyak Iran. Sanksi AS dinilai memperdalam ketidakpastian di pasar minyak global.

Pada Senin (22/4), Beijing mengecam pengumuman pemerintahan Trump bahwa mereka akan berhenti membebaskan beberapa negara dari sanksi atas pembelian minyak dari Iran. Tiongkok adalah salah satu importir minyak Iran terbesar di dunia, bersama dengan India.

“Tiongkok menentang sanksi sepihak dan apa yang disebut 'yurisdiksi lengan panjang' yang dijatuhkan AS. Kerja sama kami dengan Iran terbuka, transparan, sah dan sah, sehingga harus dihormati,” kata juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Geng Shuang dalam jumpa pers Senin.

Selain Tiongkok, negara lain yang terkena dampak adalah Turki. Sanksi ini memicu pertikaian jika Amerika Serikat meneruskan sanksi atas pembelian minyak Iran.

Kementerian perminyakan India juga tidak menanggapi permintaan komentar. Tetapi pemerintah India sebelumnya menyatakan tidak mengakui sanksi sepihak, tetapi hanya sanksi oleh PBB.

Menurut Press Trust, India juga telah menyiapkan "sumber-sumber alternatif" untuk menggantikan pasokan minyak Iran.

“Kami tidak menerima sanksi dan pemaksaan unilateral mengenai masalah bagaimana kami akan membangun hubungan dengan tetangga kami. Pengumuman itu "tidak akan melayani perdamaian dan stabilitas regional,” kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

AS menyatakan kepada lima negara yakni Jepang, Korea Selatan, Turki, Tiongkok dan India, bahwa mereka tidak akan lagi dibebaskan dari sanksi AS jika terus mengimpor minyak dari Iran setelah pengecualian berakhir pada 2 Mei.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bersikeras bahwa AS akan menghukum negara-negara yang membeli minyak Iran setelah 2 Mei, tanpa menguraikan caranya.

“Kami sudah menjelaskan - jika Anda tidak mematuhi ini, akan ada sanksi. Kami bermaksud memberlakukan sanksi,” kata Pompeo kepada wartawan.



Sumber: Suara Pembaruan