Trump Sambut Positif Pertemuan Putin dan Kim

Trump Sambut Positif Pertemuan Putin dan Kim
Ekspresi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kanan), dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un, saat pertemuan hari kedua di Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2). ( Foto: Dok SP )
Jeanny Aipassa / WIR Sabtu, 27 April 2019 | 15:27 WIB

Washington, Beritasatu.com- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyambut positif pertemuan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un. Menurutnya, Putin justru mendorong Korut untuk menghentikan program nuklir (denukrilisasi) Korut.

Trump mengatakan, pertemuan Putin dan Kim justru menunjukkan banyak kemajuan yang sedang dibuat menuju kesepakatan denukrilisasi Korut, sebagaimana telah dirundingan dengan AS. Dia bahkan menilai Putin turut berperan membujuk Kim untuk menurup program nuklir negaranya.

“Saya pikir kami melakukan dengan sangat baik dengan Korea Utara. Banyak kemajuan sedang dibuat. Saya menghargai pernyataan Presiden Putin kemarin. Dia ingin melihat ini (program nuklir Korut, Red) selesai juga,” kata Trump.

Sebelumnya setelah mengadakan pertemuan bilateral dengan Kim di Rusia, Kamis (25/4), Putin mengatakan bahwa Korut membutuhkan jaminan keamanan jika menyetujui permintaan AS untuk menutup program nuklir negara itu.

Menurut Putin, Korut belum dapat memenuhi tuntutan AS untuk menghentikan seluruh operasi situs nuklir karena jaminan dari AS belum cukup meyakinkan bagi posisi negara itu, terutama dari sisi keamanan terkait sengketa di Semenanjung Korea.

Putin juga mengatakan dia yakin jaminan AS mungkin perlu didukung oleh negara-negara lain yang terlibat dalam perundingan enam arah sebelumnya tentang masalah nuklir, yang meliputi Rusia, Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan serta Amerika Serikat dan Korea Utara. Format itu telah dikesampingkan oleh upaya unilateral AS untuk menengahi kesepakatan.

Putin menegaskan, Rusia sama seperti AS, menginginkan perdamaian di Semenanjung Korea. Untuk itu, pihaknya akan mendukung semua upaya yang dapat mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea dan mencegah konflik nuklir, berdasarkan kesepakatan yang sama-sama menguntungkan termasuk bagi Korea Utara.



Sumber: Suara Pembaruan