Venezuela Buka Kembali Perbatasan Brasil dan Aruba

Venezuela Buka Kembali Perbatasan Brasil dan Aruba
Jembatan yang menghubungkan Venezuela-Kolombia diblokir pemerintah. ( Foto: CNN )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 11 Mei 2019 | 09:33 WIB

Caracas, Beritasatu.com- Venezuela membuka kembali perbatasannya dengan Brasil dan pulau Karibia Aruba. Pada Jumat (10/5), hal itu disampaikan Wakil Presiden Ekonomi Tareck El Aissami. Meskipun demikian, pemerintah Aruba mengatakan tidak mempertimbangkan pembukaan kembali sebagai "peluang."

Pemerintah Presiden Nicolas Maduro menutup perbatasan Venezuela tersebut pada Februari. Penutupan dilakukan di tengah kampanye oposisi untuk membawa bantuan kemanusiaan ke dalam negeri. Saat ini, Venezuela menderita keruntuhan ekonomi hiperinflasi di tengah perebutan kekuasaan antara Maduro dan pemimpin oposisi Juan Guaido.

"Kami ingin mengubahnya menjadi wilayah perbatasan yang damai. Kami telah menerima jaminan bahwa kedaulatan kami akan dihormati dan bahwa tidak akan ada gangguan dalam hal-hal yang harus ditangani oleh Venezuela," kata El Aissami dalam pidato televisi pemerintah.

Seperti dikutip Reuters, El Aissami tidak secara khusus merujuk perbatasan laut dan udara dengan pulau-pulau Karibia Belanda terdekat lainnya, Curacao atau Bonaire, atau perbatasan darat dengan negara tetangga Kolombia, yang juga ditutup pada Februari.

Tanpa menyebut Kolombia, El Aissami mengatakan perbatasan lain akan tetap ditutup "sampai posisi permusuhan dan agresi dihentikan."

Pemerintah Aruba menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah Venezuela tentang pembukaan kembali dan sedang mencari konfirmasi untuk mengevaluasi langkah yang harus diambil.

"Pembukaan perbatasan antara Venezuela dan Aruba pada saat ini tidak tepat," kata pernyataan itu.

Banyak negara Amerika Latin dan Eropa, termasuk Brasil, Kolombia, dan Belanda, mengakui Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela. Dia telah menyatakan diri sebagai presiden sementara pada Januari, dengan alasan pemilihan kembali Maduro pada 2018 tidak sah.

Maduro menyebut Guaido boneka Amerika Serikat yang ingin menggulingkannya dalam kudeta. Dia memutuskan hubungan diplomatik dengan Kolombia setelah upaya bantuan Februari. Maduro menuduh Guaido telah mengizinkan wilayahnya digunakan sebagai tempat basis untuk menyerang Venezuela.

 



Sumber: Suara Pembaruan