Trump Bantah Ada Rencana Invasi ke Iran

Trump Bantah Ada Rencana Invasi ke Iran
Donald Trump ( Foto: AFP / JIM WATSON )
Jeany Aipassa / JAI Rabu, 15 Mei 2019 | 13:22 WIB

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membantah pihaknya sedang merencanakan invasi ke Iran, seiring laporan intelijen tentang aktivitas militer Iran yang dinilai mengancam keamanan di kawasan Timur Tengah.

The New York Times (TNYT), melaporkan bahwa pejabat Menteri Pertahanan AS, Patrick Shanahan, telah memberi Gedung Putih sebuah rencana yang melibatkan pengiriman hingga 120.000 tentara ke Timur Tengah, jika terjadi serangan dari Iran.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS siaga pada setiap kemungkinan serangan yang dilakukan Iran, pascagagalnya kesepakatan terkait perjanjian nuklir Iran. Namun Donald Trump membantah bahwa AS telah merencanakan untuk menyerang Iran.

“Kami belum merencanakan untuk itu (menyerang Iran, Red). Mudah-mudahan kita tidak perlu merencanakan untuk itu, dan jika kita melakukannya, kita akan mengirim pasukan yang jauh lebih banyak daripada itu,” kata Donald Trump, di Gedung Putih, Washington, Selasa (14/5/2019).

Ketegangan antara AS dengan Iran meningkat setelah AS memilih keluar dari perjanjian nuklir Iran, pada Mei 2018. AS kemudian menjatuhkan sejumlah sanksi yang menyasar perekonomian Iran, antara lain dengan memboikot ekspor minyak Iran.

Pada awal Mei 2019, Iran mengindikasikan akan keluar dari perjanjian yang ditadatangani pada 2015 itu, jika negara-negara yang masih sepakat, terutama Eropa, gagal menekan AS untuk menghentikan sanksi terhadap Iran. Negara-negara yang masih mempertahankan Perjanjian Nuklir Iran adalah Inggris, Jerman, Prancis, Rusia dan Tiongkok.

Pekan lalu, AS telah mengirimkan kapal perang ke kawasan Teluk lengkap dengan jet tempur B-52 dan ribuan pasukan, dengan alasan bahwa laporan intelijen menunjukkan adanya peningkatan aktivitas militer Iran yang dapat mengancam kepentingan AS di kawasan itu.

Tuduhan kepada Iran semakin menguat dengan dugaan sabotase yang menyebabkan kerusakan pada empat kapal tanker, dua diantaranya milik Arab Saudi, di pelabuhan Uni Emirat Arab (UEA). Namun Iran membantah tuduhan tersebut, dan menyebut ada upaya plot untuk menyudutkan Iran dan merealisasikan rencana perang AS dengan Iran melalui kabar sabotase tersebut. 



Sumber: Suara Pembaruan/The New York Times