Para Pilot Desak Boeing Segera Bertindak Pasca-Kecelakaan Mematikan 2 Pesawat

Para Pilot Desak Boeing Segera Bertindak Pasca-Kecelakaan Mematikan 2 Pesawat
Boeing 737 Max 8 ( Foto: Boeing )
Winda Ayu Larasati / WIN Rabu, 15 Mei 2019 | 13:31 WIB

Washington DC - Setelah terjadi insiden mematikan di Indonesia yakni jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Oktober 2018 lalu, pilot American Airlines mengadakan pertemuan untuk menekan eksekutif Boeing agar melakukan perubahan keselamatan pada pesawat 737 MAX.

Dalam pertemuan tersebut para pilot ingin perubahan dari pihak Boeing yang mungkin mengharuskan model pesawat terlaris itu ditunda sementara. Permintaan tersebut setelah memperoleh rekaman audio dari pertemuan antara serikat pilot American Airlines dan pejabat dari pabrik pesawat tersebut.

Kasus serupa juga dialami oleh Ethiopian Airlines ET 302 yang jatuh di Addis Ababa menewaskan 157 penumpang. Dua kecelakaan dengan jenis pesawat yang sama tersebut menarik perhatian banyak orang terkait sistem anti-stall pada Boeing yang diyakini para penyidik menjadi penyebab jatuhnya pesawat.

Para pilot yang hadir dalam pertemuan itu sangat prihatin dengan sistem anti-stall yang disalahkan oleh penyelidik Indonesia dan Ethiopia.

"Belum ada yang menyimpulkan penyebab jatuhnya dua pesawat tersebut adalah fungsi di pesawat itu," kata Wakil Presiden Boeing Mike Sinnett.

Sementara para pilot merasa tidak cukup diberi tahu mengenai sistem Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) yang ada di 737 MAX 8 terbaru.

"Orang-orang ini bahkan tidak tahu sistem itu ada di pesawat," kata Kepala Keselamatan serikat pilot Mike Michaelis.

Setelah kecelakaan Lion Air, Boeing telah mengeluarkan instruksi tambahan kepada pilot jika mereka menghadapi kerusakan MCAS. Namun, Michaelis mengatakan instruksi itu tidak cukup bagi pilot untuk mengetahui cara menangani kerusakan dengan sistem anti-stall.

Michaelis meminta eksekutif Boeing untuk mempertimbangkan peningkatan software ke 737 MAX 8.

Pihak maskapai dan pemerintah di seluruh dunia memerintahkan 737 Max 8 untuk berhenti terbang setelah jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

Boeing telah melakukan perbaikan software untuk sistem penerbangan dan berharap segera disetujui dari pihak regulator.



Sumber: Channel News Asia, The New York Times, AFP, CBS Ne