Soal Ancaman Iran

AS Diduga Gunakan Laporan Intelijen Palsu

AS Diduga Gunakan Laporan Intelijen Palsu
Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton (kiri) bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bertemu di Moskwa, 22 Oktober 2018. ( Foto: AFP )
Jeany Aipassa / JAI Rabu, 15 Mei 2019 | 15:00 WIB

Washington, Beritasatu.com - Amerika Serikat (AS) diduga menggukanan laporan intelijen palsu atau berlebihan tentang ancaman Iran terhadap kepentingan AS di Timur Tengah, untuk memuluskan rencana invasi ke Iran.

Sejumlah pengamat menduga ada laporan intelijen palsu yang mungkin digunakan oleh pemerintahan AS yang dipimpin penasihat keamanan nasional “garis keras”, John Bolton, untuk memuluskan rencana perang melawan Iran.

Disebutkan, upaya yang dilakukan AS dengan mengirim kapal induk dan meningkatkan jumlah pasukan di kawasan Timur Tengah, hampir sama seperti ketika negara itu melakukan invasi terhadap Irak untuk melawan rezim Saddam Hussein.

The New York Times (TNYT), melaporkan bahwa pejabat Menteri Pertahanan AS, Patrick Shanahan, telah memberi Gedung Putih sebuah rencana yang melibatkan pengiriman hingga 120.000 tentara ke Timur Tengah, jika terjadi serangan dari Iran.

Pada pekan lalu, AS telah mengirimkan kapal induk yang dilengkapi dengan jet tempur pembom dan ribuan personel pasukan khusus ke kawasan Teluk.

Dugaan mengenai upaya mendorong serangan militer AS ke Iran, juga disampaikan pemerintah Iran yang telah memperingatkan tentang plot yang dibuat untuk meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk. 

Salah satu plot yang dibuat antara lain dengan kerusakan pada empat kapal tanker minyak di kawasan pelabuhan Uni Emirat Arab, yang seolah-olah dilakukan oleh Iran, untuk mendorong dukungan invasi militer AS ke Iran.

“Kami berbicara tentang kebijakan yang berusaha diterapkan oleh kelompok garis keras di pemerintahan AS untuk membenarkan kegiatan invasi di kawasan Teluk,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Mohammad Javad Zarif, Selasa (14/5/2019).

Sementara itu, rencana AS untuk mendorong serangan terhadap Iran, nampaknyaa tidak mendapat dukungan dari negara-negara sekutu, terutama Eropa.

Penjelasan Menlu AS, Mike Pompeo, mengenai dugaan ancaman Iran terhadap pasukan dan aset AS di wilayah Timur Tengah juga tidak direspon, saat dia memberi penjelasan kepada Menlu UE di Brussels, Belgia, Selasa (14/5/2019).

Mike Pompeo mengatakan AS tidak menginginkan perang dengan Iran tetapi berjanji untuk terus menekan Teheran. "Kami pada dasarnya tidak mencari perang dengan Iran. Kami juga telah menjelaskan kepada Iran bahwa jika kepentingan Amerika diserang, kami pasti akan merespons dengan cara yang tepat," ujar Mike Pompeo.



Sumber: Suara Pembaruan/The Telegraph/The New York Times