Jenderal Venezuela Serukan Militer Kudeta Maduro

Jenderal Venezuela Serukan Militer Kudeta Maduro
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) berbaris bersama pasukan militer didampingi oleh Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (kiri) di "Fuerte Tiuna" di Caracas, Venezuela, Kamis (2/5/2019). ( Foto: AFP/Kepresidenan Venezuela / JHONN ZERPA )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 16 Mei 2019 | 08:40 WIB

Caracas, Beritasatu.com- Seorang jenderal angkatan udara Venezuela telah menyerukan angkatan bersenjata negaranya untuk bangkit melawan Presiden Nicolas Maduro. Sang jenderal mengecam Maduro yang tetap berkuasa dengan dukungan militer meskipun krisis ekonomi melanda.

"Sudah waktunya untuk bangkit, saatnya untuk berperang, saatnya angkatan bersenjata menjadi sadar," kata Jenderal Ramon Rangel dalam satu video banding yang dikeluarkan di media sosial, baru-baru ini.

Rangel - yang tampil dengan pakaian sipil dan yang lokasinya tidak diketahui - adalah sosok terbaru dari sejumlah tokoh militer untuk menyerukan militer Venezuela agar meninggalkan Maduro.

Jenderal Angkatan Udara lainnya, Francisco Yanez, sudah menjanjikan kesetiaannya kepada pemimpin oposisi Juan Guaido pada 2 Februari lalu.

Namun Rangel tidak secara khusus meminta militer untuk mengalihkan kesetiaan mereka kepada Guaido, yang diakui sebagai presiden sementara oleh banyak komunitas internasional.

Guaido yang menjabat Ketua Majelis Nasional berusia 35 tahun, mengorganisasi pemberontakan yang gagal pada 30 April. Dia telah berulang kali meminta angkatan bersenjata untuk meninggalkan Maduro.

Kepada AFP, satu sumber yang dekat dengan militer Venezuela mengatakan bahwa Rangel belum bertugas aktif "selama bertahun-tahun". Pada satu titik dia menjabat manajer perusahaan negara Venezuela di Kuba.

Komandan Angkatan Udara, Jenderal Pedro Juliac, mengecam Rangel sebagai pengkhianat di Twitter.

Kicauan Twitter Juliac memuat foto Rangel dengan tanda silang di atasnya, dan frasa: "Pengkhianat rakyat dan Revolusi".
"Mereka yang tidak bermoral tidak akan pernah bisa merusak negara, apalagi angkatan udara militer Bolivaria. Kami akan menang – panjang umur revolusi," serunya.



Sumber: Suara Pembaruan