Trump Tunda Tarif Impor Otomotif Jepang dan UE

Trump Tunda Tarif Impor Otomotif Jepang dan UE
Papan tanda bendera AS dan bendera Tiongkok terlihat di luar toko yang menjual barang-barang asing di Qingdao, Provinsi Shandong timur, Tiongkok pada 19 September 2018. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Jeanny Aipassa / WIR Sabtu, 18 Mei 2019 | 18:30 WIB

Washington, Beritasatu-com- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunda kenaikan tarif impor sebesar 25% untuk produk otomotif dari Jepang dan Uni Eropa (UE). Penundaan berlaku selama enam bulan, untuk memberi waktu bagi penyelesaian negosiasi perdagangan dengan Jepang dan UE.

Sesuai rekomendasi Departemen Perdagangan AS, kenaikan tarif impor sebesar 25% untuk produk otomotif Jepang dan UE seharusnya diberlakukan pada Sabtu (18/5). Namun Gedung Putih membuat pengumuman mengenai penundaan kenaikan tarif impor tersebut, karena negosiasi dengan pihak Jepang dan UE yang belum mencapai kesepakatan.

Kenaikan tarif impor otomotif, baik mobil maupun suku cadang buatan Jepang dan UE, diberlakukan untuk melindungi industri otomotif AS. Jepang dan Jerman tercatat sebagai dua negara yang paling banyak mengekspor mobil dan suku cadangnya ke AS.

Gedung Putih dalam pernyataan resmi pada Jumat (17/5), mengungkapkan Presiden Trump setuju dengan kajian Departemen Perdagangan yang menemukan beberapa mobil dan truk impor telah melemahkan ekonomi internal (industri otomotif, Red) dan dapat membahayakan keamanan nasional.

Untuk itu, pemerintah AS mendorong peningkatan inivasi teknologi dan produksi otomotif dalam negeri, termasuk untuk memenuhi kebutuhan industri pertahanan AS agar tidak bergantung pada impor dari negara lain.

"Inovasi penting sedang terjadi di bidang teknologi mesin dan powertrain, elektrifikasi, bobot, dan konektivitas canggih. Pangkalan industri pertahanan Amerika Serikat bergantung pada sektor otomotif milik Amerika untuk pengembangan teknologi yang penting untuk mempertahankan keunggulan militer kita," bunyi pernyataan Gedung Putih, di Washington, Jumat.

Terkait dengan penundaan kenaikan tarif impor produk otomotif, Trump menugaskan perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, untuk mengejar negosiasi lebih lanjut dan melaporkan kembali dalam 180 hari.

"Jika diskusi itu tidak berhasil, Preside Trump akan memutuskan apakah ada tindakan lebih lanjut yang perlu diambil," bunyi pernyataan Gedung Putih.



Sumber: Suara Pembaruan