Meskipun Disanksi, Venezuela Jual Cadangan Emas US$ 570 Juta

Meskipun Disanksi, Venezuela Jual Cadangan Emas US$ 570 Juta
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyentuh batangan emas saat berbicara selama pertemuan dengan para menteri yang bertanggung jawab atas sektor ekonomi di Istana Miraflores, Caracas, Venezuela, pada 22 Maret 2018. ( Foto: VoA / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 20 Mei 2019 | 08:15 WIB

Caracas, Beritasatu.com- Venezuela menjual sekitar US$ 570 juta (sekitar Rp 8,23 triliun) emas cadangan bank sentral selama dua minggu terakhir. Penjualan ini lolos dari sanksi Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) yang dirancang untuk membekukan aset pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Seperti dilaporkan Bloomberg, Sabtu (18/5), menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, Maduro membutuhkan uang emas untuk mendanai impor, membeli loyalitas militer.

Bank sentral Venezuela menjual sekitar 9,7 ton emas pada 10 Mei dan tambahan 4 ton tiga hari setelah itu. Penjualan itu mendorong cadangan emas Venezuela turun ke level terendah sepanjang 29 tahun yakni US$ 7,9 miliar (sekitar Rp 114,1 triliun). Sebagian hasil penjualan akan digunakan untuk mendanai impor melalui kantor perdagangan luar negeri negara itu..

Seorang pejabat pers bank sentral tidak segera menanggapi permintaan komentar atas penjualan tersebut.

Venezuela telah menjual 23 ton emas sejak awal April. Pemerintah Maduro menentang blokade ekonomi yang dimaksudkan untuk menghentikan perdagangan menguntungkan yang telah digunakan Maduro untuk menjaga militer setia kepada rezimnya. April lalu, Kantor Pengendalian Aset Asing AS Departemen Keuangan memasukkan daftar entitas yang terkena sanksi kepada bank sentral Venezuela.

Maduro telah menjual emas ke perusahaan-perusahaan di Uni Emirat Arab dan Turki, karena sanksi semakin memotong rezim otoriternya dari sistem keuangan global.

Sementara Maduro mempertahankan cengkeraman pada kekuasaan di lapangan - termasuk birokrasi militer dan pemerintah, pemimpin oposisi Juan Guaido menggunakan dukungan dari puluhan negara untuk perlahan-lahan menyita aset keuangan Venezuela di luar negeri.

Emas merupakan bagian terbesar dari cadangan Venezuela, termasuk pula logam berharga senilai US$ 1,2 miliar (sekitar Rp 17,3 triliun) di Bank of England, yang baru-baru ini memblokir upaya penarikan berulang-ulang Maduro.



Sumber: Suara Pembaruan