AS Sembunyikan Kematian Migran Anak di Tahanan

AS Sembunyikan Kematian Migran Anak di Tahanan
Para pemrotes California menuntut diakhirinya kebijakan pemerintah AS untuk mengambil anak-anak dari orang tua mereka yang melintasi perbatasan AS-Meksiko secara ilegal. ( Foto: AFP/Getty Images / Frederic J. Brown )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 24 Mei 2019 | 08:57 WIB

Washington, Beritasatu.com- Kematian migran anak di tahanan Amerika Serikat tidak diumumkan kepada publik. Seperti dilaporkan BBC, Jumat (24/5), kasus kematian ini merupakan yang keenam kalinya dalam delapan bulan terakhir.

Seorang migran anak asal El Salvador meninggal dalam tahanan Amerika tahun lalu, dalam satu kasus yang belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Anak itu memiliki sejarah penyakit jantung bawaan dan meninggal bulan September tahun lalu di sebuah rumah sakit di Nebraska, menurut pihak berwenang. Nama, kapan dan bagaimana ia masuk ke Amerika tidak diungkapkan kepada publik.

Sementara itu Partai Demokrat menuntut agar ada penyelidikan terhadap kematian-kematian ini.

Presiden Donald Trump telah berjanji untuk memberantas imigrasi ilegal di perbatasan Amerika - Meksiko di tengah meningkatnya jumlah orang yang mencoba melintasi batas dalam beberapa bulan terakhir.

Trump berulang kali mengkritik Demokrat karena mementang rencana kebijakannya soal imigrasi dan mengumumkan krisis nasional imigrasi dan pembangunan dinding perbatasan.

"Anak perempuan El Salvador ini diketahui dirawat di fasilitas kesehatan di Office of Refugee Resettlement di San Antonio, Texas, dan berada dalam keadaan rapuh secara medis pada tanggal 4 Maret 2018," kata Mark Weber, juru bicara Department of Health and Human Services (HHS) yang menyediakan perawatan bagi anak yang tak ditemani orang dewasa.

Seiring dengan prosedur operasi yang diketahui, anak ini mengalami koma. Sesudah dibolehkan meninggalkan rumah sakit, ia dibawa ke fasilitas perawatan di Phoenix, Arizona.

Pada tanggal 26 September, anak migran iru ditransfer ke fasilitas perawatan di Omaha, Nebraska agar "lebih dekat dengan keluarganya". Tapi dia meninggal tiga hari kemudian.

Pihak berwenang tak diwajibkan untuk mengumumkan kematian ini kepada publik. Kasus ini menandai kematian pertama migran anak dalam tahanan pemerintah federal sejak tahun 2010.

Bicara kepada CBS News, anggota Kongres asal Partai Joaquin Castro menuduh pemerintah telah menyembunyikan kematian itu.

"Memalukan bahwa seorang anak telah mati dalam tahanan pemerintah dan pemerintahan Trump tidak memberitahukan kepada siapapun," kata Castro yang bicara tentang "kematian beruntun" di kawasan perbatasan.



Sumber: Suara Pembaruan