Resmi, Brasil Akui Oposisi Venezuela

Resmi, Brasil Akui Oposisi Venezuela
Jair Bolsonaro ( Foto: AFP/Getty Images / MANDEL NGAN )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 5 Juni 2019 | 08:38 WIB

Brasilia, Beritasatu.com- Presiden Brasil Jair Bolsonaro menerima kredensial diplomatik utusan pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido ke Brasil. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (4/6), secara resmi, Bolsonaro mengakui utusan itu sebagai duta besar negara tetangga.

Pada Jumat, Duta Besar versi oposisi Venezuela Maria Teresa Belandria mengatakan bahwa pemerintah Brasil mengirimkan undangan untuk menunjukkan surat kepercayaannya di istana presiden. Tetapi juru bicaranya mengatakan kepada Reuters pada hari Selasa (4/6) bahwa pemerintah telah berubah pikiran.

Juru bicara Bolsonaro, Jenderal Otavio Rego Barros, mengatakan Brasil mengadopsi pendirian negara-negara lain dari apa yang disebut Kelompok Lima yang mendukung Guaido dan penyelenggaraan pemilihan demokratis di Venezuela.

“Namun, Belandria tidak akan dapat pindah ke kedutaan Venezuela di Brasilia karena masih diduduki oleh para diplomat yang mewakili Presiden sayap kiri Venezuela Nicolas Maduro, dan mereka tidak akan diusir dari Brasil,” kata Rego Barros.

Analis diplomatik mengatakan pekan lalu bahwa sayap militer pemerintah Bolsonaro enggan mengakui utusan Guaido karena para pejabat tidak melihat perubahan pemerintahan yang akan segera terjadi di Venezuela.

Seruan Guaido pada militer Venezuela untuk meninggalkan Maduro dan bergabung dengan gerakan oposisi sebagian besar tidak diindahkan bulan lalu. Kegagalan seruan itu membuat banyak orang mengira Guaido telah bermain berlebihan dengan dukungan dari pemerintah AS.

Bolsonaro, seperti banyak pemimpin di kawasan ini, telah sangat kritis terhadap Maduro dan telah mengakui Guaido sebagai pemimpin sah negara itu.

Para mantan perwira militer, yang merupakan sepertiga dari kabinet Bolsonaro, telah berhati-hati memprovokasi Maduro. Mereka memperingatkan terhadap langkah-langkah yang dapat menyebabkan krisis ekonomi dan politik menjadi kekerasan di perbatasan utara Brasil.

Kepada Reuters awal bulan ini, Penasihat keamanan top Bolsonaro, pensiunan Jenderal Augusto Heleno, mengatakan bahwa angkatan bersenjata Venezuela akan memutuskan masa depan Maduro dan dapat menggulingkannya untuk memimpin transisi ke pemilihan demokratis



Sumber: Suara Pembaruan