Venezuela Kehilangan Emas Jaminan Senilai US$ 1,4 Miliar

Venezuela Kehilangan Emas Jaminan Senilai US$ 1,4 Miliar
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyentuh batangan emas saat berbicara selama pertemuan dengan para menteri yang bertanggung jawab atas sektor ekonomi di Istana Miraflores, Caracas, Venezuela, pada 22 Maret 2018. ( Foto: VoA / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 7 Juni 2019 | 07:41 WIB

Caracas, Beritasatu.com- Citibank dan Deutsche Bank telah menguasai sekitar US$ 1,4 miliar emas pemerintah Venezuela, yang mereka terima sebagai jaminan pinjaman. Seperti dilaporkan Reuters (6/6), lima sumber mengatakan, penguasaan itu sebagai hasil dari sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Bank Sentral Venezuela.

Antara 2014 dan 2016 bank sentral (BCV) menggunakan sebagian dari cadangan emas asingnya untuk menjamin operasi keuangan dengan bank untuk meningkatkan likuiditas, dengan maksud untuk membayar kembali pinjaman untuk menghindari kehilangan emas.

Lima sumber dengan pengetahuan tentang kesepakatan mengatakan BCV telah setuju dengan Citibank dan Deutsche Bank untuk membeli kembali emas pada tahun 2020 dan 2021. Tetapi akibat pemerintah AS menjatuhkan sanksi pada BCV pada bulan April, bank-bank itu telah mengajukan persyaratan kontrak untuk mempertahankan kepemilikan emas batangan.

“Kedua bank telah memutuskan bahwa "kondisi wanprestasi" telah terjadi karena sanksi, sebagaimana ditetapkan dalam perjanjian yang mendukung kesepakatan pertukaran emas,” kata sumber tersebut.

Sumber menyebutkan Citibank mengambil kendali atas emas untuk sekitar US$ 400 juta BCV yang seharusnya dibayar pada tahun 2020. Untuk jaminan terpisah, Deutsch Bank mengambil US$ 1 miliar.

Citibank dan Deutsche Bank menolak memberikan komentar, dan BCV tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Sejauh ini, Reuters belum dapat meninjau kontrak pertukaran emas yang ditandatangani BCV dengan bank. Tidak jelas pula apakah bank sentral dapat memulai proses hukum untuk mendapatkan kembali kendali atas emas cadangan itu.

Pada Maret tahun 2019, BCV tidak dapat membayar US$ 1,1 miliar kepada Citibank melalui perjanjian pembelian kembali untuk mengembalikan sebagian dari emas yang diberikannya kepada Citibank untuk pinjaman US$ 1,6 miliar.

BCV seharusnya membayar US$ 400 juta lagi pada tahun 2020 kepada Citibank berdasarkan perjanjian tersebut. Tetapi Citibank sekarang telah mengambil emas tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan