Angelina Jolie Serukan Dukungan Internasional untuk Anak-anak Venezuela

Angelina Jolie Serukan Dukungan Internasional untuk Anak-anak Venezuela
Angelina Jolie ( Foto: The Inquisitr / The Inquisitr )
Feriawan Hidayat / FER Minggu, 9 Juni 2019 | 20:27 WIB

Bogota, Beritasatu.com - Bintang Hollywood, Angelina Jolie, mendesak komunitas internasional untuk memberikan lebih banyak dukungan kepada tiga negara Amerika Selatan yang menampung migran terbanyak dari Venezuela. Sebanyak 20.000 anak-anak Venezuela disebutkan beresiko tidak memiliki hak kewarganegaraan dasar.

Baca Juga: Angelina Jolie Kunjungi Pengungsi Venezuela

Sebagai Duta istimewa UNHCR, Angelia Jolie memulai perjalanan selama dua hari ke wilayah perbatasan Kolombia dengan Venezuela, untuk melihat melihat secara langsung krisis migran yang disebabkan pertikaian politik di negara kaya minyak itu. Dalam kunjungan ini, Jolie juga menggelar pertemuan dengan Presiden Kolombia, Ivan Duque, di Cartagena, Sabtu (8/6/2019) waktu setempat.

"Presiden dan saya berbicara tentang risiko kewarganegaraan bagi lebih dari 20.000 anak-anak Venezuela. Presiden menyatakan komitmennya untuk selalu membantu anak-anak pengungsi,” kata artis peraih Academy Award itu.

"Kami sepakat tentang kebutuhan mendesak bagi masyarakat internasional untuk memberikan lebih banyak dukungan ke Kolombia, Peru dan Ekuador, yang menanggung beban terbesar dari krisis ini,” tambah Angelina Jolie.

Sebanyak empat juta orang asal Venezuela telah meninggalkan negara mereka yang dilanda krisis ekonomi dan kemanusiaan. Lebih dari satu juta pengungsi terpaksa tinggal di wilayah perbatasan Kolombia, di mana pemerintah dan lembaga-lembaga bantuan telah berjuang untuk menyediakan tempat tinggal, makanan dan perawatan kesehatan bagi gelombang migran yang terus bertambah.

Kalangan orang tua dari anak-anak Venezuela yang lahir di luar negeri berjuang untuk mendaftarkan kelahiran bayi mereka, baik karena mereka tidak memiliki akses ke konsulat Venezuela, atau karena mereka tidak memiliki dokumen migrasi.



Sumber: Reuters